Tampilkan postingan dengan label merawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label merawat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 November 2011

Optical Drive



Optical Disc Drive adalah komponen yang digunakan untuk membaca atau menulis media penyimpanan optical seperti CD ROM dan DVD ROM.
Berikut adalah sedikit tips untuk merawat optical drive seperti pada laptop atau komputer kita:

1. Jangan membiasakan menggunakan drive terlalu lama seperti nonton film, putar music, baca data terus menerus dan install aplikasi atau software langsung dari drive, karna akan menyebabkan Optik dari drive tersebut menjadi lemah.
( sebaiknya copy dahulu data ke dalam harddisk sebelum nonton film, putar music, baca data dan install aplikasi atau software )

2. Jangan memasukan kaset CD atau DVD yang bagian datanya kotor, karena kotorannya akan nempel pada permukaan optic.
( jika mengunakan CD atau DVD yang kotor sebaiknya bersihkan dulu mengunakan pembersih CD atau DVD dan kain yang lembut )

3. Jangan meninggalkan kaset CD atau DVD di dalam drive, karena optic dari drive akan terus membaca kaset walaupun sebenernya kita tidak memakai kaset itu, maka masalahnya akan seperti pada nomer 1.
( jangan lupa untuk mengeluarkan kaset dari drive setelah di pakai )

4. Usahakan tidak merokok di dekat drive atau asap roko tidak mengenai drive, karena endapan asap roko bisa menutupi permukaan optic sehingga optic akan sulit untuk membaca data.
( jika Sobat Gaptek merokok dan akan memasukan kaset CD atau DVD usahakan tidak ada asap rokok )

5. Pastikan burn speed diset default ke ukuran (CD=16-24x) (DVD=8-16x) dengan intensitas istirahat optic 5-10 menit per burn.
( Jangan dipaksakan jumlah CD atau DVD di-burn terus-menerus )

6. Pastikan Sobat Gaptek copy data image (*.iso) jika melakukan copy atau backup data sehingga sewaktu-waktu tinggal double klik tanpa harus menanti menulis kembali hasil render/encode ke CD atau DVD.

7. Jangan menyentuh optic dengan menggunakan tangan, gunakanlah kain pembersih yang halus dan lembut seperti pembersih kacamata.
( jika ingin membersihkan optic jangan sembarangan menggunakan benda sesukanya, tapi pakailah lap kacamata yang lembut atau kaset pembersih optic drive )
8,. Hindari arus listrik buangan/listrik statis (dapat dirasakan ketika Casing CPU terasa ada sengatan arus listrik kecil). Hal itu dikarenakan listrik statis bukan hanya merusak optical drive saja, tapi juga bisa merusak komponen CPU yang lain. Solusinya adalah: sambungkan dengan kabel tambahan dari Casing CPU yang dialirkan ke tanah.
9. Bersihkan komponen-komponen CPU setiap 2 bulan sekali dengan menggunakan compressor atau kuas lembut yang bersih.
10. Jangan gunakan optik untuk membaca CD/DVD yang banyak lecet. Kondisi seperti ini dapat mengakibatkan optik bekerja ekstra keras dalam melakukan pembacaan CD/DVD anda, apalagi jika CD-CD bajakan. Maka dengan itu, sebelum memasukkan CD ke dalam drive, pastikan terlebih dahulu kondisi dalam keadaan bersih.
11. Proses menarik CD/DVD dari optical drive setelah selesai digunakan terkadang dapat menyebabkan gesekan pada optik. Jika hal ini sering terjadi maka akan mengakibatkan kerusakan optik. Untuk itu, dalam menarik CD, arah penarikan harus diperhatikan. Penarikan CD dilakukan dengan arah ke atas, bukan dengan menumpunya pada satu sisi.
Cara perawatan:
Alat:
-CD lens cleaner
-kain lap bersih
Langkah langkah pembersihan:
Optical drive sangat rawan terkena debu. Dikarenakan dapat menyebabkan lambatnya suatu pembacaan CD / DVD yang dilakukan oleh Optical Drive.

Ada beberapa langkah bagaimana cara untuk merawat Optical Drive adalah sebagai berikut.

LANGKAH 1

Buka CD / DVD room anda, kemudian bersihkan bagian depan & tempat dudukan keping CD dengan menggunakan kain/pembersih lainnya.

LANGKAH 2

Ambil kepingan CD lens cleaner (banyak dijual kok) kemudian teteskan teteskan cairan pembersih pada sikat (busa) halus yang ada dipermukaan CD

LANGKAH 3

Masukan kepingan CD lens cleaner tersebut kedalam CD / DVD room anda, lalu jalankan CD dengan menggunakan multimedia player ( Windows Media Player) yang ada didalam PC anda. Dengan begitu Optical Drive anda sedang dibersihkan berbarengan dengan dibacanya file multimedia yang ada pada CD lens cleaner tersebut.
---------------------------
LANGKAH LANJUT
pastikan dalam mengoperasikannya lagi, CD/DVD yg akan diputar dalam kondisi bagus. jangan sentuh optical drive (optik) dengan benda selain pembersih.

LANGKAH BURN IDEAL
-pastikan burn speed dimana set default ke ukuran (CD=16-24x) (DVD=8-16x) dengan intensitas "istirahat" optical 5-10 menit per burn. sehari jangan dipaksakan jumlah CD/DVD di-burn terus-menerus.
-jika proses burn (video render) lebih baik anda save dulu FILE IMAGE ke image drive (HDD), sehingga sewaktu-waktu tinggal double klik tanpa harus menanti "menulis kembali" hasil render/encode ke CD/DVD.
-pastikan fan pendukung (cooler pad) tersedia, sebab suhu panas mempengaruhi kinerja.


lANGKAH DALAM MERAWAT DVD ROM

1. Perhatikan Warna Lapisan Pemantul
Agar CD dan DVD saat ditulis dan dibaca tidak mengalami masalah, Anda dianjurkan mencari CD/DVD yang lapisan pemantulnya berwarna silver (perak) atau agak keemasan. Anda jangan pernah memilih pemantul yang berwarna-warni (biru, merah apalagi hitam). Sebab lapisan pemantul ini berperan dalam pembacaan data dari CD/DVD yang telah ditulis. CD/DVD yang berwarna-warni kemungkinan tidak ada kendala saat penulisan (write) oleh CD/DVD burner, namun ada kemungkinan akan susah saat dibaca.

2. Bakar Di Bawah Kecepatan Maksimal.
Bakarlah (burn) CD/DVD yang Anda beli dibawah kecepatan maksimal yang tercantum di software burner (NERO, ROXIO, dsb). Jangan pernah percaya tentang kecepatan maksimum yang tertulis di label CD/DVD. Sebab meskipun tertulis 52x, tapi seringkal setelah dianalisa oleh CD/DVD burner melalui software burner, biasanya nilai tulis itu akan turun. Untuk kebutuhan kompatibiitas pembacaan, pilih kecepatan burning 10x/12x saja -walaupun hal ini akan berdampak pada waktu proses pembakaran. Selain itu, hal ini juga dapat mengantisipasi apabila CD/DVD tesebut akan dibaca dari device CD/DVD ROM dengan spesifikasi baca (read) lebih rendah -yang masih banyak digunakan.

3. Isian Data Jangan Sampai Full
Usahakan ketika pengisian data jangan sampai full, berilah ruang kosong (free space) beberapa mega byte.

4. Simpan Dalam Plastik Khusus
Setelah dibakar/dibaca, usahakan CD/DVD disimpan ke dalam plastik khusus untuk menghindari debu atau goresan. Simpan CD/DVD ditempat yang kering dan gelap, usahakan jangan lembab atau terkena sinar matahari langsung karena akan merusak lapisan pemantul sehingga CD/DVD sulit dibaca.

5. Jangan Ditekan
Jangan menulis label CD/DVD dengan pulpen, usahakan dengan spidol permanent pada bagian labelnya.

6. Perhatikan Cara Membersihkannya
Sebelum dimasukan untuk dibaca usahakan CD/DVD dibersihkan dari debu dan gunakan kain halus yang biasa untuk membersihkan kacamata. Hindari penggunaan tissue ala kadarnya atau baju untuk membersihkannya, hal ini guna menguhindarimunculnya goresa pada disk yang menyebabkan CD/DVD tidak dapat dibaca.

Senin, 31 Oktober 2011

Diagnosis Sistem Operasi dan Aplikasi

PROSEDUR TEST
Test yang dilakukan bertahap yaitu aktifasi OS & program aplikasi. adapun urutan prosedur tes yang dilakukan adalah sebagai berikut:

a) Aktifasi Sistem Operasi


Sistem operasi yangg digunakan dalam test ini adalah windows 98, prosedur yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:
*menghidupkan PC
*PC melakukan POST pada saat booting dan harus dapat dilewati
*PC mulai mencari OS di media penyimpanan dengan urutan prioritas berdasarkan BIOS, misal CDROM, HDD lalu Diskdrive
*PC menjalankan sistem operasi yang didahului dengan menjalankan file file sistem yaitu MS dos.sys, IO.sys, Himem.sys, dan command com.
*jika proses diatas berhasil maka selanjutnya dijalankan config.sys dan autoexec.bat.
*pengecekan konfigurasi sistem windows yaitu file sistem.ini dan win.ini dan dijalankan.
*pengecekan adanya file startup dan dijalankan
*pengecekan kondisi hardware melalui device manager
*pengecekan kondisi start up menu dan fungsi-fungsi dasar sistem operasi yaitu mengcopy file, memindah file, mengganti nama file, membuat folder/direktori dan lain-lain.
*pengecekan prosedur shutdown

b) PROGRAM APLIKASI
*Pengecekan program aplikasi dengan menjalankan program dan menutup program.
*pengecekkan fungsi-fungsi menu program aplikasi
*pengecekan besarnya file-file program aplikasi, yaitu dibandingkan dengan master, terutama file-file eksekusi (fie yang berekstensi EXE dan COM) dan file hasil program aplikasi misal dokumen dari Ms Word
*pengecekkan terhadap kecepatan mengakses program aplikasi dan data

Kedua tes diatas akan memberikan response sebagai pesan / peringatan kesalahan, hal ini akan membantu user untuk mengenal dan mengidentifikasi masalah yang ada.

Gejala masalah yang terjadi pada sistem operasi
%$#Pesan/Peringatan Kesalahan#$%
1 Booting terhenti setelah berhasil melaksanakan POST .
*Instalasi fisik harddisk, setting device,prioritas boot di BIOS bermasalah.
*Kerusakan pada sistem operasi, mungkin filesistem operasi rusak, hilang, terkena virus,berganti nama atau berpindah folder
2 Kinerja booting sampai ke windows berlangsung dengan lambat.
*Manajemen memori bermasalah.
*Kerusakan pada sistem operasi, mungkin file sistem operasi rusak, ada file yang hilang,terkena virus, berganti nama atau berpindah folder Monitor
3 Windows exsplorer tidak dapat dijalankan,tidak dapat mengcopy,mengganti nama file dan lain-lain.
*Kerusakan pada sistem operasi, mungkin file windows explorer rusak, hilang, terkena virus, berganti nama atau berpindah folder
4 Start menu tidak dapat dijalankan
*Kerusakan pada sistem operasi, mungkin file windows explorer rusak, hilang, terkena virus, berganti nama atau berpindah folder
5 Prosedur Shutdown tidak dapat dilaksanakan
*Kerusakan pada sistem operasi, mungkin file windows explorer rusak, hilang, terkenavirus, berganti nama atau berpindah folder
6 Prosedur Shutdown berhenti sebelumkomputer benar-benar mati.
  *Reset  CMOS Battery.
*Kerusakan pada sistem operasi, mungkin file sistem operasi rusak, ada file yang hilang, terkena virus, berganti nama atau berpindah folder

Program Aplikasi
%$#Pesan/Peringatan Kesalahan#$%
1 Program tidak ada di start menu, dekstop
*Shortcut terhapus
*File program aplikasi rusak, expire, hilang, terkena virus, berganti nama atau berpiindah folder
2 Program tidak dapat dijalankan
*Manajemen memori bermasalah
*setting resolusi monitor bermasalah
*registrasi program, expire
*instalasi program tidak lengkap
*file program aplikasi rusak, file yang hilang, terkena virus, berganti nama atau berpindah folder
3 Kinerja Program lambat
*manajemen memori bermasalah
*processor bermasalah
*file program aplikasi rusak, file ada yang hilang terkena virus berganti nama atauberpindah folder
4 program selalu meminnta  CD
*instalasi program tidak lengkap
*setting program
*file program aplikasi rusak, file yang hilang, kena virus, gnti nama, atau pindah folder
5 fungsi fungsi menu tidak dapat dijalankan
*file program aplikasi rusak, file ada yang hilang, kena virus, ganti nama atau pindah folder
6 tidak ditemukan file data, tidak dapat membuka file data atau ekstensi file data berubah
* file program aplikasi rusak, file ada yang hilang, kena virus, ganti nama, atau pindah folder


SOURCE:http://www.scribd.com/doc/49451679/Urutan-prosedur-POST-sbb

Senin, 10 Oktober 2011

Troubleshooting Motherboard

a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
1) Peserta diklat mampu menentukan jenis kerusakan komponen
PC yang rusak pada motherboard berdasarkan hasil diagnosa
yang dilakukan.
2) Peserta diklat mampu memperbaiki kerusakan motherboard.
3) Peserta diklat mampu menyeting/mengkonfigurasi ulang
motherboard pada PC sesuai dengan kondisi hardware yang
terpasang.
b. Uraian Materi 
Untuk mencari atau menentukan jenis kerusakan yang ada pada PC
diperlukan pemeriksaan terhadap kondisi hardware pada komputer.
Pemeriksaan ini meliputi : POST (Power-On Self-Test), diagnosa
umum (routine), dan diagnosa mencari dan memecahkan kerusakan.
Dari hasil pemeriksaan ini maka akan diketahui lokasi kerusakan dan
jenis komponen yang rusak untuk kemudian dilakukan perbaikan
terhadap bagian yang mengalamai kerusakan tersebut.


1) Troubleshooting Motherboard

a) Permasalahan yang mungkin terjadi
Sistem komputer terdiri dari motherboard, daughter boards, power
supply, floppy drives, monitor, keyboard, dan beberapa peralatan
yang terhubung melalui konektor dan kabel. Masalah dalam satu
peralatan akan berpengaruh terhadap operasi peralatan lainnya dan
kadang-kadang mengganggu sistem operasi. Pengecekan berikut
akan membantu memecahkan masalah.
¬ Cek sambungan kabel power supply utama dan kabel tegangan DC.
¬ Cek sambungan kabel keyboard.
¬ Cek sambungan kabel monitor dan kabel daya monitor.
¬ Cek konfigurasi setting CMOS
¬ Cek sambungan kabel power dan kabel data drive.
¬ Cek semua daughter board atau card yang terpasang pada slot I/O
¬ Cek sambungan saklar reset
¬ Cek posisi kunci keyboard
¬ Cek semua IC yang terpasang
¬ Cek disket boot di drive A
¬ Cek sambungan speaker
Setelah semua pengecekan dilakukan, hidupkan saklar power dan cari pesan kesalahan POST. Dari pesan POST permasalahan dapat dilokalisir dan diperbaiki. Ketika POST tidak dapat berjalan, maka masalah terjadi pada motherboard dan rangkaian didalamnya. Dengan mengecek signal pada slot I/O masalah kerusakan pada motherboard dapat diidentifikasi sebab semua signal CPU terhubung
ke slot I/O.


Procedure Diagnosa dan Troubleshooting
(1) Cek 1. Power Supply
Cek level tegangan power supply pada slot I/O
Diagnosa
¬ Apakah card utama tersambung dengan baik ?
¬ Apakah kipas power supply berputar ?
¬ Apakah sambungan P8 dan P9 tersambung dengan baik ?
Jika level tegangan tidak ada pada pin sambungan P8 dan P9 power
supply, maka permasalahan ada pada rangkaian power supply.
Perbaiki power supply dengan cara mengganti dengan power supply
yang baru.

(2) Cek 2. Signal clock
Ukur signal CLK, OSC, PCLK, RESET DRV, I/O CH RDY, I/O CH CHK
pada pin slot I/O dengan memakai logic probe atau osiloskope.
Diagnosa
¬ Jika tidak ada signal CLK, OSC, PCLK, cek kristal dan rangkaian
pembangkit clock.
¬ Jika RESET DRV selalu tinggi, periksa signal power good,
rangkaian power on reset dan kondisi saklar reset manual.
¬ Jika tidak ada signal I/O CH RDY dan I/O CH CHK lepas dan
periksa semua daughter boards. Jika masih bermasalah,
permasalahan ada pada motherboard dan tempat rangkaian.
Cara perbaikannya adalah gantilah motherboard tersebut
dengan motherboard yang baru.

(3) Cek 3. CPU dan DMA
Cek signal ALE, MEMR, MEMW, IOR, IOW, AEN dengan memakai
logic probe atau osiloskope.
Diagnosa
¬ Apabila signal ALE, MEMR, MEMW, IOR, IOW bukan pulsa, cek
motherboard bagian CPU
¬ Apabila signal AEN bukan pulsa, cek bagian DMA.
Cara perbaikannya adalah gantilah motherboard tersebut dengan
motherboard yang baru.

(4) Cek 4. Cek Keyboard
¬ Cek signal KBCLK, KBDATA pada keyboard
¬ Reset sistem dan tekan kunci pada keyboard cek signal pada
jalur data keyboard
Diagnosa
Jika KBCLK dan KBDATA ada dari keyboard kerusakan ada pada jalur
motherboard. Cara perbaikannya adalah gantilah motherboard
tersebut dengan motherboard yang baru.
Jika KBCLK dan KBDATA tidak ada dari keyboard kerusakan ada pada
keyboard.

Senin, 05 September 2011

Gejala Kerusakan Pada PC

Masalah atau kerusakan yang timbulbiasanya dikategorikan dalam 2 jenis kerusakan yaitu : Masalah atau kerusakanHardware dan Software pada artikel saya yang lain juga menjelaskan untukmendeteksi kerusakan hardware dari suara bip untuk itu mari menuju TKP.

Jenis Kerusakan Dapat dikategorikan menjadi 2 kategori, yaitu :

1. Kerusakan Pada Hardware (Perangkat Keras)
2. Kerusakan Pada Software (Perangkat Lunak)
Kerusakan pada Hardware:

Masalah dengan komponen Hardware perlu penanganan yang serius karena sulitdilokalisir dan disingkirkan tanpa tools yang tepat, keahlian dan pengalamanyang menunjang. Penjelasan akan berkisar pada masalah yang sering terjadidisertai dengan cara mengatasinya.

1. Kerusakan Pada Power Supply
Gejala :
Setelah dihidupkan PC tidak bereaksi apa-apa, tidak ada tampilan di monitor,tidak ada lampu indikator (led) yang menyala, kipas power supply tidakberputar, lampu indikator pada monitor tidak menyala.
Solusi :
Periksalahapakah kabel terhubung dengan benar dan steker terpasang dengan baik padasoketnya, periksa juga apakah ada tombol on/off dibelakang tepatnya dibelakangPower Supply sudah dalam posisi On, Jika sudah yakin terpasang dengan benartapi tetap tidak ada respon untuk meyakinkan silahkan anda ganti kabel powerdengan yang anda yakini bagus. Masalah terjadi karena tidak adanya teganganlistrik yang masuk, kerusakan ada pada kabel power.
Masalah :
Setelahdihidupkan PC tidak bereaksi apa-apa, tidak ada tampilan di monitor, tidak adalampu indikator (led) yang menyala, kipas power supply tidak berputar, lampuindikator pada monitor menyala.



Solusi :
Lakukanseperti langkah diatas, tetapi jika masih belum ada respon berati masalah adapada Power Supply, Silahkan anda ganti PS nya, Saya sarankan sebaiknya andaganti saja Power Supply yang rusak dengan yang baru, dan hati-hatilah dalampemasangannya.

Catatan :Jika kerusakan hanyapada Power Supply saja, Setelah anda menggantinya, komputer akan kembalibekerja dengan normal. Kecuali jika ada masalah pada komponen yang lainnyaseperti Mother Board, VGA Card dan Memory.

2. Kerusakan Pada Mother Board
Gejala :
Setelah dihidupkan, tidak ada tampilan di monitor, lampu indikator (led) dipanel depan menyala, lampu indikator (led) monitor berkedip-kedip, kipas powersupply dan kipas procesor berputar, tidak ada suara beep di speaker.
Solusi :
Langkahpertama lepas semua kabel power yang terhubung ke listrik, kabel data kemonitor, kabel keyboad/mouse, dan semua kabel yang terhubung ke CPU, kemudianlepas semua sekrup penutup cashing. Dalam keadaan casing terbuka silahkan andalepaskan juga komponen-komponen lainnya, yaitu kabel tegangan dari power supplyyang terhubung ke Motherboard, harddisk, floppy, hati-hati dalam pengerjaannyajangan terburu-buru. Begitu juga dengan Card yang menempel pada Mboard (VGA,Sound atau Card lainnya). Sekarang yang menempel pada cashing hanya MotherBoardsaja. Silahkan anda periksa Motherboadnya dengan teliti, lihat Chip (IC), Elko,Transistor dan yang lainnya apakah ada yang terbakar.
Jika tidak ada tanda-tanda komponenyang terbakar kemungkinan Motherboard masih bagus, tapi ada kalanya Motherboard tidak jalan karena kerusakan pada program yang terdapat di BIOS.

3. Kerusakan Pada Harddisk

Gejala :
Padasaat CPU dinyalakan kemudian melakukan proses Post setelah itu proses tidakberlanjut dan diam beberapa saat tidak langsung masuk ke operating system, dankemudian di layar monitor ada pesan “harddisk error, harddisk Failur, setelahitu muncul pesan “press F1 to continou” setelah kita menekan tombol F1 tidakmasuk Operating system dan muncul pesan “Operating system not found”.
Solusi :

Periksakabel tegangan dan kabel data yang masuk ke harddisk apakah longgar, sebaiknyadikencangkan, kemudian nyalakan dan coba anda dengarkan apakah suara yangkeluar dari harddisk normal, jika tidak normal berati harddisk rusak dicontrollernya.
Gejala :

Padasaat CPU dinyalakan kemudian melakukan proses Post setelah itu muncul pesan“Operating system not found”.
Solusi :

Adakemungkinan Operating system rusak, bisa diatasi dengan install ualng atau jikaOS anda menggunakan windows 2000/XP ada Fasilitas Repairnya. atau adakemungkinan juga harddisk anda tidak terdeteksi dan lakukan langkah diatas

Gejala :

harddisk bad sector?
Solusi :
Adabeberapa faktor penyebab terjadi bad sector diantaranya, tegangan listrik tidakstabil, sering terjadi putusnya aliran listrik secara mendadak, setelahpemakaina tidak di shot down, pemakaian yang terlalu lama, ada 2 jenis badsector yaitu fisik dan software…..Untuk mengatasinya ada beberapa cara,diantaranya menggunakan software untuk menghilangkan badsector….pembahan lebihlanjut ada di eBook Metode perbaikan komputer dan bisa anda dapatkan jika andabergabung menjadi Member Aktif.
4.Kerusakan CD/DVD/ROM/RW & Floppy Disk

Gejala :

Jenis kerusakan yang biasa ditemui :

1. Tidak terdeteksi di windows
2.Tidak bisa keluar masuk CD
3.Tidak bisa membaca/menulis/hanya bisa membaca saja. (CD)
4.Tidak bisa membaca/menulis/write protect (Floppy disk)

Solusi :

1. Periksa kabel data dan kabel tegangan yang masuk ke CD-floppy, perikas disetup bios apakah sudah dideteksi? sebaiknya diset auto. Periksa apakah ledmenyala, jika tidak kerusakan di Controllernya.
2. Kerusakan ada pada mekanik motor atau karet motor.
3.Kerusakan Biasanya pada optik, tetapi ada kemungkinan masih bisa diperbaikidengan cara men-set ualng optik tersebut.
4.Head Kotor, bisa dibersihkan menggunakan Cutenbud (langkah-langkah diatassecara lengkap dapat anda temukan di e-book “Metode perbaikan komputer cepatdan akurat” dan bisa anda dapatkan jika anda bergabung menjadi memberperbaikankomputer.com
Masalah BIOS

Gejala :

Hati-hatidalam Update Bios, ketika meng-Update anda keliru memilih versi Bios, PC jaditidak jalan bahkan anda tidak dapat masuk ke BIOS.
Solusi :

BiasanyaUpdate tidak dapat dibatalkan, hanya jenis Motherboard tertentu yang memilikibackup BIOS pada Chip-nya, Disitu tersimpan jenis asli BIOS yang tidak dapatdihapus, untuk dapat merestore-nya anda tinggal memindahkan Posisi Jumperkhusus yang biasanya sudah ada petunjuk di buku manualnya. Kemudian hidupka PCdan tunggu 10 detik, BIOS yang asli telah di Restore, kembalikan Posisi Jumperpada posisi semula, dan PC siap dijalankan kembali. Jika Motherboard tidakmemiliki pasilitas tersebut, Chip BIOS harus dikirim ke Produsen, Jenis BIOSdapat anda lihat di buku manualnya. Berhati-hati dalam pemasangannya jangansampai kaki IC BIOS patah atau terbalik Posisinya.

Gejala :

CPUmengeluarkan suara Beep beberapa kali di speakernya dan tidak ada tampilan kelayar monitor, padahal monitor tidak bermasalah.
Solusi :

BunyiBeep menandakan adanya pesan kesalahan tertentu dari BIOS, Bunyi tersebutmenunjukan jenis kesalahan apa yang terjadi pada PC, Biasanya kesalahan padaMemory yang tdk terdeteksi, VGA Card, yang tidak terpasang dengan baik,Processor bahkan kabel data Monitor pun bisa jadi penyebabnya.Silahkan andaperiksa masalah tersebut.
BerikutPesan kesalahan BIOS :
Bunyi kesalahan BIOS biasanya tidak semua. Motherboard menandakan kesalahanyang sama tergantung dari jenis BIOS nya.

[AMI BIOS]

Beep1x : RAM/Memory tidak terpasang dengan Baik atau Rusak, Beep 6x : KesalahanGate A20 - Menunjukan Keyboard yang rusak atau IC Gate A20-nya sendiri, Beep 8x: Grapihic Card / VGA Card tidak terpasang dengan baik atau Rusak, Beep 11x :Checksum Error, periksa Batre Bios, dan ganti dengan yang baru.

[AWARD BIOS]

Beep1x Panjang : RAM/Memory tidak terpasang dengan Baik atau Rusak, Beep 1x Panjang2x Pendek : Kerusakan Pada Graphic Card (VGA), Periksa bisa juga Pemasanganpada slotnya tidak pas (kurang masuk), Beep 1x Panjang 3x Pendek : Keyboardrusak atau tidak terpasang. Beep Tidak terputus / bunyi terus menerus : RAMatau Graphic Card tidak terdeteksi.

Batrey CMOS Rusak / Lemah

Gejala :
MunculPesan CMOS Checksum Vailure / Batrey Low, diakibatkan tegangna yang men-supplyIC CMOS/BIOS tidak normal dikarenakan batrey lemah, sehingga settingan BIOSkembali ke Default-nya/setingan standar pabrik, dan konfigurasi Hardware harusdi Set ulang.
Solusi :
SegeraGanti Batrey nya

Gejala :
CPUyang sering Hang?

Solusi :
Adabeberapa faktor terjadi hanging diantaranya : Ada BadSector di Harddisk, AdaVirus, Ada masalah di Hardware seperti Memory Kotor/Rusak, MBoard Kotor/Rusak,Cooling Fan perputaran fan nya sudah lemah, Power Supply tidakstabil…..sebaiknya jangan dipaksakan untuk digunakan karena akan berakibat lebihfatal, silahkan hub: kami untuk dapat mengatasi masalah tersebut

Gejala :
Komputersering tampil blue screen apa penyebabnya?

Solusi :
PesanBlue Screen bisa disebabkan system windows ada yang rusak, Bisa dari Memory,Bisa dari hardisk, bisa dari komponen lainnya, tergantung pesan blue screenyang ditampilkan.

Gejala :
Komputerjadi lebih lambat dari sebelumnya, padahal awalnya tidak begitu lambat

Solusi :
Penyebabkomputer anda prosesnya lambat ada beberapa faktor yaitu : Space hardiskterlalu penuh, terlalu banyak program / software yang memakan space harddiskdan memory, ada virus, harddisk badsector.

Kamis, 25 Agustus 2011

Melakukan Perawatan PC

Periferal komputer merupakan peralatan pendukung dari sebuah PC. Sebuah PC terdiri dari beberapa komponen, dimana masing masing komponen memiliki fungsi tersendiri yang akan saling berkaitan.
Walaupun komponen PC terletak dalam sebuah case komputer namun masih banyak kotoran yang dapat mengganggu fungsionalitas komponen baik dari debu maupun sarang serangga.

Masalah adalah bagian dari hidup. Masalah komputer akan selalu timbul ketika kita menggunakan komputer.
Melakukan kesalahan pengoperasian adalah sesuatu yang biasa. Ini bisa terjadi karena
kurangnya pelatihan, pengetahuan dan pengenalan terhadap komputer.

Kata pepatah, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Dengan perawatan, kita bisa menekan permasalahan yang akan muncul seminal mungkin.
Perawatan secara teratur akan mengurangi beberapa permasalahan seperti crash sistem, kehilangan data bahkan sampai kerusakan komponen, sehingga sistem komputer bisa berumur lebih panjang.

Pada beberapa kasus, kita memperbaiki sistem yang rusak karena tidak adanya
Perawatan yang dilakukan. Dalam dunia bisnis, perawatan ini akan menambah nilai jual komputer karena sistemnya masih berjalan dengan baik.

Membiasakan perawatan secara preventif menjadi sangat penting bagi anda yang terbiasa menggunakan dan mengelola PC.

Ada dua tipe perawatan yang bisa kita lakukan, yaitu perawatan pasif dan perawatan aktif. Dinamakan pasif, karena perawatan ini lebih mengarah kepada faktor lingkungan dan benda-benda non komputer yang membantu kinerja PC. Sedangkan perawatan aktif adalah perawatan yang dilakukan dalam PC itu sendiri.

Metode Perawatan Pasif.
Perawatan ini meliputi langkah-langkah yang biasa digunakan untuk melakukan proteksi sistem terhadap lingkungan yang normal, baik secara fisik dan elektrikal. Hal fisik meliputi temperatur yang baik, thermal stress dari power, kontaminasi debu atau asap dan gangguan lain seperti getaran atau guncangan. Hal elektrikal meliputi ESD (electro-static discharge)/listrik statis, kebisingan power dan gangguan frekuensi radio.

Tahap-tahap melakukan perawatan pasif :
1.Memilih lokasi untuk komputer yang bebas dari polusi udara seperti asap, debu, kotoran dan polusi yang lain
2.Memperkecil kemungkinan terjadinya variasi suhu di dalam ruangan. Misalnya, dengan memberi AC atau tidak menempatkan komputer dekat jendela agar komputer tidak terkena sinar matahari secara langsung.
3.Menyediakan outlet ground dari power yang sudah stabil dan bebas dari gangguan elektris dan interferensi. Hal ini berfungsi menghindari listrik statis.
4.Bila memungkinkan, jauhkan komputer Anda dari pemancar atau sumber-sumber frekuensi radio.


Pada fase persiapan lokasi instalasi komputer, ada baiknya untuk
memperhatikan beberapa faktor di bawah ini :

1. Sediakan sirkuit (MCB) tersendiri untuk aliran listrik komputer Anda.
2. Sirkuit harus diperiksa dengan baik tentang low resistance ground, tegangan yang memadai, bebas dari interferensi dan bebas dari naik turunnya tegangan.
3. Sirkuit tiga kabel harus ada. Namun bila tidak, gunakan adapter tambahan ground untuk menyesuaikan penempatan ground pada soket dua kabel.
4. Untuk mengurangi resistansi, hindari pemakaian panjang kabel yang tidak perlu.
Permasalahan power low noise akan menambah resistansi sirkuit yang mengikuti ukuran kabel dan panjangnya.
5. Bila memungkinkan, sediakan power sirkuit terpisah untuk peralatan non komputer seperti : AC, coffee maker, mesin copy, laser printer, pemanas ruangan, vacum cleaner dan peralatan lain.


Metode Perawatan Aktif:
Intensitas melakukan perawatan aktif sangatlah tergantung dari lingkungan dan kualitas komponen komputer. Bila lingkungan kita kotor dan berdebu, kita harus membersihkan komputer paling tidak tiga kali dalam sebulan. Namun untuk lingkungan
kantor normal, pembersihan komputer dapat dilakukan beberapa bulan sekali dalam setahun. Namun jika kita membuka komputer setelah satu tahun ternyata di dalamnya
telah penuh debu, ada baiknya kita memperpendek interval pembersihan.

Tahap-Tahap Melakukan Perawatan Aktif :

1. Untuk non Operating System :
-Membersihkan debu CPU dan monitor dengan vacuum
cleaner.
-Membersihkan keyboard dan mouse.
-Membersihkan konektor dan kontak pada konektor slot,
konektor power supply, konektor keyboard, konektor mouse
dan konektor speaker.
2. Untuk perawatan Operating System :
-Melakukan Back up data dan file-file penting pada waktu yang terjadwal.
-Melakukan clean up dengan menghapus semua file temporer, seperti: *.tmp,
*.chk, ~*.*, file-file dari recycle bin, web browser history dan temporary
internet files.
-Melakukan scandisk.
-Melakukan defragmentasi file.
-Melakukan checking dan updating anti virus.

Perawatan yang sifatnya rutin dan wajib dilakukan adalah :
a. Backup data - membuat cadangan data.
b. Update anti-virus. Anti-virus HARUS rutin di-update, agar dapat selalu
menangkal virus-virus baru yang terus bermunculan setiap hari. Kunjungi secara rutin situs pembuat antivirus yang digunakan.
c. Secara fisik membersihkan komputer baik bagian luar maupun dalam
casing dari debu dan benda-benda asing lainnya, yang dapat mempengaruhi kinerja
dan fungsi perangkat komputer.

Labels

Pengikut

 

© 2013 TKJ A' 15. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top