Senin, 10 Oktober 2011

BIOS


Booting adalah suatu proses yang terjadi saat seseorang menyalakan suatu komputer, semua register prosesor disetting kosong, dan status mikroprosesor/prosesor disetting reset. Kemudian address 0xFFFF diload di segment code (code segment) dan instruksi yang terdapat pada alamat address 0xFFFF tersebut dieksekusi. Secara umum program BIOS (Basic Input Output System), yaitu sebuah software dasar, terpanggil. Sebab memang biasanya BIOS berada pada alamat tersebut. Kemudian BIOS akan melakukan cek terhadap semua error dalam memory, device-device yang terpasang/tersambung kepada komputer —) seperti port-port serial dan lain-lain. Inilah yang disebut dengan POST (Power-On Self Test). Setelah cek terhadap sistem tersebut selesai, maka BIOS akan mencari [Sistem Operasi], memuatnya di chip read-only memory (ROM) dan mengeksekusinya. Dengan melakukan perubahan dalam setup BIOS (kita dapat melakukannya dengan menekan tombol tertentu saat proses booting mulai berjalan), kita dapat menentukan agar BIOS mencari Sistem Operasi ke dalam floppy disk, hard disk, CD-ROM, USB dan lain-lain, dengan urutan yang kita inginkan.
BIOS (Basic Input/Output System) atau Basic Integrated Operating System (Sistem Pengendalian Bersepadu Asas) ialah sebuah perangkat antarmuka antara sistem operasi dengan perangkat keras. Sebenarnya, BIOS diimplementasikan sebagai sebuah program terintegrasi yang dapat dijalankan untuk mengontrol keyboard, layar tampilan, disk drive, komunikasi serial dan beberapa fungsi khusus lainnya, yang menyangkut akses tingkat-rendah (low-level) ke perangkat keras. Pada umumnya, BIOS disimpan dalam chip ROM yang sudah tersedia dalam komputer. Karena disimpan dalam memori yang hanya baca, maka BIOS tidak perlu melakukan inisialisasi ketika proses booting berlangsung, sebab BIOS juga melakukan tugas booting / inisialisasi di saat komputer baru dihidupkan. Karena jenis perangkat lunak yang disimpan dalam ROM umumnya disebut dengan firmware, maka BIOS termasuk ke dalam golongan firmware.
BIOS merujuk kepada kod perisian yang dijalankan oleh komputer apabila ia mula dihidupkan. Fungsi utama BIOS ialah untuk menyediakan mesin supaya atur cara perisian lain yang disimpan di pelbagai media (seperti cakera keras, cakera liut dan CD) boleh dimuat, dilaksanakan dan mengambil alih komputer tersebut. Proses ini dikenali sebagai but (booting up).
Ada beberapa hal penting untuk kita ketahui,salah satunya adalah bahwa bios disuplai oleh pabrik BIOS besar—)seperti AMI (American Megatrends International), PHOENIX-AWARD atau Microid Research. BIOS terdiri dari beberapa tipe khusus chip yang terprogram disebut Flash ROM atau EEPROM (electrically erasable program-mable read-only memory). Kita dapat men-download update BIOS dari pabriknya dan dengan menggunakan program ini kita dapat melakukan update kode dalam BIOS kita. Jika kita tidak mempunyai tipe Flash ROM atauEEPROM, kita harus mengganti secara fisik chip tersebut jika dalam update diperlukan.
Sebenarnya semua motherboard telah memasukan BIOS yang mendukung spesifikasi plug and play (PnP). Hal tersebut membuat instalasi card baru yang mendukung card PnP menjadi lebih mudah. PnP secara otomatis akan melakukan instalasi menggunakan software khusus yang disrtakan di BIOS dan sistem operasinya (seperti windows 9x/Me dan windows 2000/XP), yang akan secara otomatis melakukan konfigurasi card-card adapter tersebut dan menghindari konflik dari beberapa adapter.
Kegunaan
Salah konfigurasi dan setting adalah salh satu penyebab lambatnya serta turunnya tenaga PC kita, beberapa pilihan pada BIOS setup dapat diibaratkan seperti sumber tenaga bagi PC kita. Misalnya setup untuk optimalisasi memory, pengaturan FSB multiplexing, serta voltase untuk Memory dan processor dapat dilakukan lewat pilihan option di BIOS Lalu kita terlewatkan mengaktifkan cache memory maka terjadi adalah jalanya computer akan tersendat-sendat bahkan layaknya sebuah siput. Cache memory dapat mempercepat kinerja dengan membantu transfer data dari memory utama ke prosecor. Masalah keamanan dimana kita bias membuat password BIOS agar orang yagn tidak berhak tidak dapat menggunakan PC kita (walaupun cara ini dapat di bongkar dengan teknik hacking)
Setting BIOS
Ada banyak option didalam BIOS pada umumnya dibagi dalam beberapa kategori.
Ex : Standard CMOS, BIOS Features, Power Management, Integrated Systems, dll.
Setiap kategori terdiri dari option-option pilihan , misalnya :
Standar CMOS Setup
konfigurasi hardware yang paling dasar seperti date, time, hd,drive,video
Bios Features Setup
Konfigurasi untuk tingkat lanjuntan seperti Virus warning, CPU internal Cache External Cache, Quick Power On Self Test, Boot Sequences, dll
Integrated Peripheral
Mengendalikan fungsi-fungsi tambahan pada motherboard seperti port serial mau pun paralel. Nonaktifkan ( disabled) saja yang Anda tidak butuhkan untuk dapat membebaskan IRQ.
Advanced Chipset Features
option untuk mengoptimalkan bagi yang expert dan professional,ada DRAM timing, CAS Latency, SDRAM cycle length, AGP aperture, AGV mode.
PnP/PCI Configurations
Sebaiknya pilih semua konfigurasi pada pilihan Auto, kecuali port USB
atau grafik 3D yang sering membuat masalah. Bila demikian berikan interrupt tersendiri.
Load BIOS Default & Load SETUP default
untuk mengembalikan fungis secara standar sebelum diubah-ubah.
Power Management Setup
Semakin canggih mekanisme penghematan energi, semakin membingungkan pilihannya manajemen power-nya. Setting yang tepat dapat menghemat uang Anda.
Misalnya merk BIOS dibawah ini :
PHOENIX BIOS Setup Utility
Dalam BIOS ini terdapat beberapa menu utama yang digunakan yaitu:
1. Main Menu
2. Advanced Menu
3. Security Menu
4. Power Menu
5. Boot Menu
6. Exit Menu
Dimana masing-masing menu tersebut mempunyai fungsi tertentu dan akan dijabarkan kemudian. Dalam BIOS kita tidak dapat menggunaka mouse controller dalam BIOS sehingga apabila kita ingin mengubah setting dari BIOS dapat kita lakukan dengan keyboard. Adapun fungsi dari papan tombol yang diguankan dalam BIOS antara lain:
F1 : help
ESC : exit
Tanda panah atas-bawah : select item
Tanda panah kiri-kanan : select menu
Tanda -/+ : change values
Enter : select sub menu
F9 : setup defaults
F10 : save and exit
MAIN MENU
è Language
Diguanakan untuk memilih bahasa yang digunakan oleh BIOS
è System Time [XX : XX : XX]
Pada menu ini kita harus mensetting waktu yang tepat untuk real time clock.apabila kita salah mensetting real time clock hal ini dapat pula menimbulkan masalah pada program komputer kita. Bila kita sudah mensetting real time tersebut kita dapat men-save atau menyimpan hasil setting tersebut, untuk selanjutnya kita matikan komputer kita.lima menit kemudian,komputer dapat kita start-up lagi,kita periksa tanggal yang ada dengan bantuan perintah date dalam DOS-mode.
è System Date [XX / XX /XXXX]
Pada menu ini untuk membuat setting tanggal yang sesuai dengan real time clock.
è Dskette A [1,44/1,25 MB 3,5’’]
Diskette B [disabled]
Pada bagian ini diguanakan untuk mengkonfiguraskan floppy disk yang akan digunakan.Pilihan yang ada akan menentukan ukura disk dan juga kapasitasnya.Biasanya ukuran floppy disk adalah 3,5’’ dan 5,25’’ sedangakan kapasitasnya bermacam-macam.Pada komputer ini menggunakan floppy drive A dengan ukuran 3,5’’ dengan kapasiatasnya 1,44’’ MB. Bila kita tidak memasang dsisk drive pada komputer kita maka kita pilih none.
è Primary Master [4310 MB]
Pada sub menu ini terdapat beberapa pengaturanyang lainya,yaitu:
1. Type [auto]
User : Hardisk driver diatur pada menu ini
Auto : Pada menu ini terdapat pengaturan untuk auto type hardisk drive
CD/DVD-ROM : Pada menu ini terdapat pengaturan CD-ROM
ATAPI Removable : Disk drivedapat dipindahkan pada menu ini
IDE Removable : Pengaturan IDE terdapat pada ini
2. Max capacity [4310]
3. Multisector Transfers [16 sectors]
4. LBA Mode Control [enabled]
5. 32 bit I/O [enabled]
Menu ini untuk melakukan setting pada transfer data.
6. Transfer mode [FPI0 4/ DMA 2]
7. Ultra DMA Mode [Mode 2]
8. SMART Monitoring [enabled]
è Primary Slave [none]
1. Type [auto]
2. Multisector Transfers [disabled]
3. LBA Mode Control [disabled]
4. 32 bit I/O [enabled]
Menu ini untuk melakukan setting pada transfer data
5. transfer Mode [standart]
6. Ultra DMA Mode [disabled]
7. SMART Monitoring [disabled]
è Secondary Master [CD/DVD-ROM]
1. Type [auto]
2. Multisector Transfer [8 sectors]
3. LBA Mode Control [enabled]
4. 32 bit I/O [enabled]
Menu ini untuk melakukan setting pada transfer data.
5. Transfer mode [FPI0 4/DMA 2]
6. Ultra DMA Mode [disabled]
7. SMART Monitoring [disabled]
è Secondary slave
1. Type [auto]
2. Multisector Transfers [disabled]
3. LBA Mode Control [disabled]
4. 32 bit I/O [enabled]
Menu ini untuk melakukan setting pada transfer data
5. transfer Mode [standart]
6. Ultra DMA Mode [disabled]
7. SMART Monitoring [disabled]
è CPU Type Pentium II
è CPU Speed 400 MHz
è Cache RAM 512 KB
è System Memory 640 KB
è Extended Memory 63 KB
ADVANCED MENU
Setup warning
Pengaturan item pada menu ini jika terjadi kesalahan akan menyebabkan sistem akan gagal dalam proses pemakaian.
Ø Installed OS [win 95/win 98 APM]
Kita dapat memilih sistem operasi yang kita perlukan,dilihat dari sistem kita dimana kita lebih banyak menggunakan sistem tersebut. Tetapi yang harus kita perhatikan adalah sutu pengaturan salah satu dapat menyebabkan beberapa sistem operasi tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Ø Reset Configuration Data [no]
Pnp yang tersimpan pada blok ESCD (extended system configuration data).Pilihlah salah satu pernyataan ‘YES’ jika ingin menghapus sistem configurasi data yang ada. Atau pada sistem BIOS yang lain digunakan enabled maka BIOS akan menghapus data ESCD, tapi hanya sekali saja. Setelah pilihan ini akan berubah menjadi disabled secara otomatis.
Ø Large Disk Acces Mode [DOS]
Dalam item ini terdapat beberapa pilihan seperti UNIX, Novell Netware atau sistem operasi yang lain,kita dapat memilih salah satu.
Ø Keyboard featurer
1. Numlock [auto]
Menu ini akan menentukan kedudukan atau status dari keyboard (numlock).apabila pada posisi enabled, maka BIOS akan mengaktifkan fungsi numlock pada saat booting.
2. Keyclik [disabled]
Enabled keyclik
3. Keyboard auto repeat rate [30/sec]
Select key repeat rate
4. Keyboard auto repeat delay [1/2sec]
Select delay before key repea.
Ø PCI Configuration
Merupakan sebuah menu yang didalamnya terdapat berbagai susunan konfigurasi PCI secara spesifik.
· PCI device, slot # 1
· PCI device, slot # 2
· PCI device, slot # 3
· PCI device, slot # 4
· PCI device, slot # 5
Masing-masing susunan konfigurasi tersebut mempunyai bagian :
ù Option ROM icon [enabled]
Initialize device expansion ROM
ù Enable master [enabled]
Enable selected device as a PCI bus master.
ù Latency Timer [0040h]
Minimum guaranteed time slice alloted for bus master in units of pcu bus clock
ù PCI/PnP ISA UMB region exclusion
Merupakan pemesanan memori spesifik bagian atas yang akan digunakan oleh ISA
1. C800-CBFF [available]
2. CC00-CFFF [available]
3. D000-D3FF [available]
4. D400-D7FF [available]
5. D800-DBFF [available]
6. DC00-DFFF [available]
Merupakan cadangan untuk untuk memori bagian atas yang akan digunakan oleh ISA.
A. PCI/PNP IRQ Resource Exclusion
Reserve specified IRQ for by legacy ISA devices.
B. Default Primary Video Adapter
Item ini berhubungan dengan PCI/VGA. Ketika menginstal AGP dan VGA pada waktu yang sama maka pilihlah default primary video adapter.
Ø Cache Memory
Menentukan bagaimana mengkonfigurasikan spesifikasi block memory.
Memory cache = sets the state of the memory cache
Ø Peripheral configuration
1. Secured setup configurasi [no]
Memilh ‘YES’ jika ingin sistem setting posisinya aman dari perubahan yang dilakukan oleh sistem operasi.
2. Local Bus IDE Adapter [enabled]
Enable the integrated localbus IDE adaptor.
3. PS/2 Mouse [enabled]
Apabila dibuat menjadi auto maka pada saat booting BIOS akan mencari sebuah PS/2 mouse. Apabila PS/2 mouse tidak dapat ditemukan maka IRQ 12 akan dibebaskan untuk komponen lain yang memerlukan.dengan disabled maka tidak akan dilakukan pengecekan tersebut.
4. Serial Port A [enabled]
Untuk mengkonfigurasikanserial port A dapat menggunakan pilihan :
Disabled untuk no configuration
Enabled untuk user confoguration
* Base I/O Address [3F8]
Set the base I/O address for serial port A
* Interrupt [IRQ 4]
Set the interrupt for serial port A
5. Serial port B [enabled]
Untuk mengkonfigurasikan serial port B dapat menggunakan pilihan :
Disabled untuk no configuration
Enabled untuk user confoguration
* Base I/O Address [2F8]
Set the base I/O address for serial port B
* Interrupt [IRQ 3]
Set the interrupt for serial port B
6. Parallel port [enabled]
Digunakan untuk konfigurasi parallel port. Biasnya hanya ada satu channel parallel port yang dimiliki oleh motherboard. Pilihan ‘disabled’ akan menyebabkan parallel port kita tidak aktif sedangkan pilihan lainya akan menentukan port dan IRQ yang digunakan.
· Mode [ECP]
Kita dapat men-set mode untuk port parallel dengan pilihan :
- Output only
- Bi-directional
- EPP
- ECP
· Base I/O Address [378]
Set the base I/O address for the parallel port.
· Interrupt
Set the interrupt for the parallel port.
· DMA Channel [DMA 3]
Set the DMA channel for the parallel port.
7. Floppy disk controller [enabled]
Untuk mengkonfigurasikan the floppy disk controller dapat menggunakan pilihan:
Disabled untuk no configuration
Enabled untuk user confoguration
Ø Advanced Chipset control
- Enabled Memory Gap [disabled]
If enable,turn system RAM off to free address space for use with an option card. Either a 128 KB conventional memory gap,starting at 512 KB or a 1 MB extended memory gap,starting at 15 MB will be created in system RAM.
- Graphics Aperture [64 MB]
Select the size of the graphics aperture for the AGP video device.
- Memory Bank 0 [32 MB]
- Memory Bank 1 [32 MB]
- Memory Bank 2 [not installed]
Ø DMI Event logging
Digunakan untuk menampilkan dan memodifikasi DMI event log.
1. Event Log validity [valid]
2. Evnt Log Capacity [space available]
3. View DMI Evrnt Log [enter]
Untuk menampilkan isi dari Dmi event log.
4. Clear All DMI Event Log [no]
Aturlah pada posisi ‘yes’ untuk menghapus DMI event log setelah rebooting.
5. Event Logging [disabled]
Pilihlah enabled untuk mendapatkan logging of DMI event.
6. Mark DMI Event As Read [enter]
SECURITY MENU
Digunakan untuk menentukan kapan password akan ditanyaka.pilihan “setup” akan menyebabkan akan nditanyakan ketika BIOS setup dijalankan sedangkan pilihan “system” akan menyebabkan password akan ditanyakan setiap kali PC melakukan Booting.
Ø User Password [disabled]
Ø Supervisor Password Is [disabled]
Ø Set User Password [enter]
Ø Set Supervisor Password [enter]
Supervisor Password controls access to the setup utility.
Ø Password on boot [enabled]
Enabled pasword emntry on boot.
POWER MENU
Ø Stand by Time out [20 minutes]
Sistem memerlukan sedikit waktu dalam mode sebelum memasuki mode stand by.mode stand by mematikanseluruh alat mencakup layer sampai kita men-start untuk menggunakan komputer lagi.
Ø Resume on modem Ring [disabled]
System akan memberikan respon (bangun) manakala semacam sinyal yang terdeteksi oleh modem yang kita gunakan.
Ø Resume on Time [disabled]
Sistem akan memberikan respon berdasarkan pada ukuran waktu.
Ø Soft-off by power Button [delay 4 second]
When delay 4 second is selected, Press and hold the button for 4 second to make the system sofft off state. When instant off is selected preesing the button will make the system soft off state immediately. Soft off states is similar to power off stte but not exactly.
BOOT MENU
Ø Summary Screen [disabled]
Display system configuration on boot.
Ø Screen Logo Display [enabled]
Ddisplay the logo screen during boot.
Ø Quick Boot Mode [enabled]
Pada AMI BIOS jika bagian diaktifkan maka AMIBIOS akan memangkas beberpa rutinitas pada saat POST sehingga dalam waktu kurang dari 5 detik komputer kita sudah melakukan booting.
Ø Harddisk Pre-delay [disabled]
Menambahkan delay sebelum akses yang pertama dari suatu hard-disk oleh BIOS, beberapa harddisk hang jika dakses sebelum mereka mempunyai intialized sendiri,Delay ini memastikan harddisk mempunyai intiliazed setelah power up.
Ø Set Boot Order
Select boot priority of boot device.
- Hard Drive
- Removable Devices
- Network Boot
- CD/DVD-ROM Drive
Beberapa menu diatas dapat dikonfigurasikan maupun ditampilkan dengan menggunakan beberapa tombol :
<enter> : expands or collapses devices with a + or –
<ctrl + enter> : expands all
<+> and <-> : moves the devices up or down
EXIT MENU
Menu ini digunakan dari program BIOS
Ø Exit saving Changes
Digunakan untuk keluar dari sistem dan men-save konfigurasi kita pada CMOS.
Ø Exit Discarding Changes
Digunakan untuk keluar dari system tetapi tanpa menyimpan setup data pada CMOS.
Ø Load Setup Defaults
Mengisi/Merubah semua menu yang ada pada setup item.
Ø Discard Changes
Mengisi/Merubah nilai/menu sebelumnya dari CMOS untuk semua setup item.
Ø Save Changes
Menyimpan setup data pada CMOS atau dengan menekan tombol keyboard F10.
Masalah BIOS
BIOS dapat rusak misalnya oleh masa pakai, penggunaan yang salah, dan virus misalnya virus CIH. BIOS sebenarnya dapat di perbaiki walaupun memerlukan resource lain, BIOS dapat di update firmwarenya (flashing). Proses perbaikan BIOS dapat dilakukan dengan melakukan pengcopian flash BIOS yang rusak pada MB yang identik dan sejenis. Flashing atau Update dapat berupa software yang dijalankan pada mode DOS dan lakukan setup software flashing yang didapatkan dari website MB bersangkutan.


Bagaimana Cara Mengatur BIOS Sistem , Agar Dapat Melakukan Booting dari CD-ROM Pada Prioritas Pertama Ketika PC Dinyalakan !


Langkah pertama aku masukkan CD-1 Mandriva Spring 2007.1 Live Installation ke dalam CD-ROM Drive .
Pada Langkah Kedua ini, aku masih agak bingung :
BIOS sistem harus diatur terlebih dahulu, agar dapat melakukan booting dari CD-ROM pada prioritas pertama . Sebelum komputer dinyalakan .
BAGAIMANA CARA MENGATUR BIOS SISTEM INI ?
Pada PC saya start awal ketika menyalakan komputer terdapat 2 opsi perintah yaitu : Tekan F1 untuk continue dan Tekan DEL untuk SET UP !
Kalau ditekan DEL maka terdapat banyak pilihan-pilihan untuk SET-UP ( ROM PCI / ISA BIOS '6310 Plus' CMOS SET-UP UTILITY ), diantaranya seperti ini :
1. STANDART CMOS SET-UP
2. BIOS FEATURES SET-UP
3. CHIPSET FEATURES SET-UP
4. POWER MANAGEMENT SET-UP
5. PNP / PCI CONFIGURATION
6. LOAD BIOS DEFAULTS
7. LOAD SET-UP DEFAULTS
8. INTEGRATED PERIPHERALS
9. SUPERVISOR PASSWORD
10. USER PASSWORD
11. IDE HDD AUTO DETECTION
12. SAVE & EXIT SET-UP
13. EXIT WITHOUT SAVING

Dari sekian banyak pilihan SET-UP utility diiatas , komponen mana saja yang harus dilakukan perubahan setting yang berhubungan dengan Cara Mengatur Sistem BIOS , Agar dapat melakukan booting dari CD-ROM pada prioritas pertama ketika komputer dinyalakan .
Jika Pengaturan BIOS Sistem ini benar , maka akan muncul gambar tampilan awal instalasi Linux Mandrake / Mandriva , kemudian tekan tombol ENTER untuk memulai proses instalasi dengan modus grafik .
MOHON DIBERIKAN PETUNJUK ATAU INFORMASI-NYA DARI REKAN-REKAN Di Forum linux.or.id . SEKECIL INFORMASI APAPUN AKAN BERHARGA BUAT SAYA & MEMBAGI ILMU UNTUK ORANG LAIN YANG MEMBUTUHKAN ADALAH PERBUATAN MULIA !
Terimakasih banyak atas bantuan informasi / petunjuk yang akan diberikan !

Senin, 03 Oktober 2011

Bagian–Bagian Harddisk



Seperti kita ketahui hardisk adalah tempat penyimpanan data dan dokumen, serta tempat System OS serta aplikasi program di install. Sebenarnya Hardisk dapat di golongkan dengan Memory, yaitu memory permanen, karena data dan dokumen yang tersimpan tidak akan hilang setelah komputer di matikan atau di offkan
.Didalam Hardisk terdapat beberapa komponen-komponen penting, dengan mengetahui komponen-komponen Hardisk ini kita dapat lebih memelihara hardisk kita agar dokumen dan data kita aman tersimpan di dalamnya. Sebab bila anda memiliki Data yang penting, maka bila hardisk anda rusak maka data andapun ikut rusak. Tapi bila Mother Board atau komponen lainnya rusak sementara hardisk tidak rusak, anda dapat mengganti komponen lainnya dan memasang hardisk anda tersebut dan data di dalamnya tetap aman.
.INIlLAH BEBERAPA KOMPONEN PENTING DARI HARDDISK
.
.PLATTER
Berbentuk sebuah Pelat atau piringan yang berfungsi sebagai penyimpan data.Berbentuk bulat,merupakan cakram padat,memiliki pola-pola magnetis pada pada sisi-sisi permukaanya.Platter terbuat dari metal yang mengandung jutaan magnet-magnet kecil yang disebut dengan magnetic domain.Domain-domain ini diatur dalam satu atau dua arah untuk mewakili binary “1” dan “0”
.

Dalam piringan tersebut terdiri dari beberapa track, dan beberapa sector, dimana track dan sctor ini adalah tempat penyimpanan data serta file system. Misalnya hardisk kita berkapasitas 40 GB, bila di format kapasitasnya tidak sampai 40 Gb. karena harus ada trac dan sector yang dipakai untuk menyimpan ID pengenal dari formating hardisk tersebut.
Jumlah pelat dari masing-masing harddisk berbeda-beda,tergantung pada
teknologi yang digunakan dan kapasitas yang dimiliki tiap harddisk.Untuk harddisk-harddisk keluaran terbaru,biasanya sebuah plat memiliki daya tampung 10 sampai 20 Gigabyte.Contohnya sebuah Harddisk berkapasitas 40 Gigabyte,biasanya terdiri dari dua buah plat yang masing-masing berkapasitas 20 Gigabyte.
..
.
SPINDLE
Spindle merupakan suatu poros tempat meletakan platter.Poros ini memiliki sebuah penggerak yang berfungsi untuk memutar pelat harddisk yang disebut dengan spindle motor.

Spindle inilah yang berperan ikut dalam menentukan kualitas harddisk karena makin cepat putaranya,berarti makin bagus kualitas harddisknya. Satuan untuk mengukur perputaran adalah Rotation Per Minutes atau biasa disebut RPM.Ukuran yang sering kita dengar untuk kecepatan perputaran ini antara lain 5400 RPM,7200 RPM atau 10000 RPM.
..
HEAD

Piranti ini berfungsi untuk membaca data pada permukaan pelat dan merekam informasi ke dalamnya.Setiap pelat harddisk memiliki dua buah head. Satu di atas permukaan dan satunya lagi dibawah permukaan.
Head ini berupa piranti yang elektromagnetik yang ditempatkan pada permukaan pelat dan menempel pada sebuah slider. Slider melekat pada sebuah tangkai yang melekat pada actuator arms.Actuator arms dipasang mati pada poros actuator oleh suatu papan yang disebut dengan logic board.
Oleh karena itu pada saat hardisk bekerja tidak boleh ada guncangan atau getaran, karena head dapat menggesek piringan hardisk sehingga akan mengakibatkan Bad Sector, dan juga dapat menimbulkan kerusakan Head Harddisk sehingga hardisk tidak dapat lagi membaca Track dan Sector dari Hardisk.
.
LOGIC BOARD
Logic Board merupakan papan pengoperasian pada hardisk, dimana pada logic Board terdapat Bios Hardisk sehingga hardisk pada saat dihubungkan ke Mother Board secara otomatis mengenal hardisk tersebut, seperti Maxtor, Seagete dll. selain tempat Bios hardisk Logic Board juga tempat switch atau pendistribusian Power Supply dan data dari Head Hardisk ke mother Board untuk ki kontrol oleh Processor.
..
ACTUAL AXIS
ACTUAL AXIS Adalah poros untuk menjadi pegangan atau sebagai tangan robot agar Head dapat membaca sctor dari hardisk.
..
RIBBON CABLE
Ribbon cable adalah penghubung antara Head dengan Logic Board, dimana setiap dokumen atau data yang di baca oleh Head akan di kirim ke Logic Board untuk selanjutnya di kirim ke Mother Board agar Processor dapat memproses data tersebut sesuai dengan input yang diterima.
..
IDE CONNECTOR
Adalah kabel penghubung antara hardisk dengan matherboard untuk mengirim atau menerima data. Sekarang ini hardisk rata-rata sudah menggunakan system SATA sehingga tidak memerlukan kabel Pita (Cable IDE)
.
Cable IDE :
.
Cable SATA
SETTING JUMPER
.
..Setiap hardisk memiliki setting jumper, fungsinya untuk menentukan kedudukan hardisk tersebut. Bila pada komputer kita dipasang 2 buah hardisk, maka dengan menyeting Setting Jumper kita bisa menentukan mana hardisk Primer dan mana Hardisk Sekunder yang biasanya disebut Master dan Slave.
Master adalah hardisk utama tempat system di instal, sedangkan Slave adalah hardisk ke dua biasanya dibutuhkan untuk tempat penyimpanan dokumen dan data. Bila Jumper settingnya tidak di set, maka hardisk tersebut tidak akan bekerja..

POWER CONNECTOR
..
Adalah sumber arus yang langsung dari power supply. Power supply pada hardisk
ada dua bagian :
1. Tegangan 12 Volt, berfungsi untuk menggerakkan mekanik seperti piringan dan Head.
2.Tegangan 5 Volt, berfungsi untuk mesupply daya pada Logic Board agar
dapat bekerja mengirim dan menerima data.

Labels

Pengikut

 

© 2013 TKJ A' 15. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top