Senin, 10 Oktober 2011

cara setting PhoeniX BiOs


http://chindilp.blogspot.com/2008/05/cara-setting-phoenix-bios.html
PHOENIX BIOS Setup Utility
Dalam BIOS ini terdapat beberapa menu utama yang digunakan yaitu:
  1. Main Menu
  2. Advanced Menu
  3. Security Menu
  4. Power Menu
  5. Boot Menu
  6. Exit Menu
Dimana masing-masing menu tersebut mempunyai fungsi tertentu dan akan dijabarkan kemudian. Dalam BIOS kita tidak dapat menggunaka mouse controller dalam BIOS sehingga apabila kita ingin mengubah setting dari BIOS dapat kita lakukan dengan keyboard. Adapun fungsi dari papan tombol yang diguankan dalam BIOS antara lain:
F1 : help
ESC : exit
Tanda panah atas-bawah : select item
Tanda panah kiri-kanan : select menu
Tanda -/+ : change values
Enter : select sub menu
F9 : setup defaults
F10 : save and exit

MAIN MENU
  • Language
Diguanakan untuk memilih bahasa yang digunakan oleh BIOS
  • System Time [XX : XX : XX]
Pada menu ini kita harus mensetting waktu yang tepat untuk real time clock.apabila kita salah mensetting real time clock hal ini dapat pula menimbulkan masalah pada program komputer kita. Bila kita sudah mensetting real time tersebut kita dapat men-save atau menyimpan hasil setting tersebut, untuk selanjutnya kita matikan komputer kita.lima menit kemudian,komputer dapat kita start-up lagi,kita periksa tanggal yang ada dengan bantuan perintah date dalam DOS-mode.
  • System Date [XX / XX /XXXX]
Pada menu ini untuk membuat setting tanggal yang sesuai dengan real time clock.
  • Dskette A [1,44/1,25 MB 3,5’’]
Diskette B [disabled]
Pada bagian ini diguanakan untuk mengkonfiguraskan floppy disk yang akan digunakan.Pilihan yang ada akan menentukan ukura disk dan juga kapasitasnya.Biasanya ukuran floppy disk adalah 3,5’’ dan 5,25’’ sedangakan kapasitasnya bermacam-macam.Pada komputer ini menggunakan floppy drive A dengan ukuran 3,5’’ dengan kapasiatasnya 1,44’’ MB. Bila kita tidak memasang dsisk drive pada komputer kita maka kita pilih none.
  • Primary Master [4310 MB]
Pada sub menu ini terdapat beberapa pengaturanyang lainya,yaitu:
  1. Type [auto]
User : Hardisk driver diatur pada menu ini
Auto : Pada menu ini terdapat pengaturan untuk auto type hardisk drive
CD/DVD-ROM : Pada menu ini terdapat pengaturan CD-ROM
ATAPI Removable : Disk drivedapat dipindahkan pada menu ini
IDE Removable : Pengaturan IDE terdapat pada ini
  1. Max capacity [4310]
  2. Multisector Transfers [16 sectors]
  3. LBA Mode Control [enabled]
  4. 32 bit I/O [enabled]
Menu ini untuk melakukan setting pada transfer data.
  1. Transfer mode [FPI0 4/ DMA 2]
  2. Ultra DMA Mode [Mode 2]
  3. SMART Monitoring [enabled]

  • Primary Slave [none]
1. Type [auto]
2. Multisector Transfers [disabled]
3. LBA Mode Control [disabled]
4. 32 bit I/O [enabled]
Menu ini untuk melakukan setting pada transfer data
5. transfer Mode [standart]
6. Ultra DMA Mode [disabled]
7. SMART Monitoring [disabled]
  • Secondary Master [CD/DVD-ROM]
1. Type [auto]
2. Multisector Transfer [8 sectors]
3. LBA Mode Control [enabled]

4. 32 bit I/O [enabled]
Menu ini untuk melakukan setting pada transfer data.
5. Transfer mode [FPI0 4/DMA 2]
6. Ultra DMA Mode [disabled]
7. SMART Monitoring [disabled]
  • Secondary slave
1. Type [auto]
2. Multisector Transfers [disabled]
3. LBA Mode Control [disabled]
4. 32 bit I/O [enabled]
Menu ini untuk melakukan setting pada transfer data
5. transfer Mode [standart]
6. Ultra DMA Mode [disabled]
7. SMART Monitoring [disabled]
  • CPU Type Pentium II
  • CPU Speed 400 MHz
  • Cache RAM 512 KB
  • System Memory 640 KB
  • Extended Memory 63 KB

ADVANCED MENU
Setup warning
Pengaturan item pada menu ini jika terjadi kesalahan akan menyebabkan sistem akan gagal dalam proses pemakaian.
  • Installed OS [win 95/win 98 APM]
Kita dapat memilih sistem operasi yang kita perlukan,dilihat dari sistem kita dimana kita lebih banyak menggunakan sistem tersebut. Tetapi yang harus kita perhatikan adalah sutu pengaturan salah satu dapat menyebabkan beberapa sistem operasi tidak bekerja sebagaimana mestinya.


  • Reset Configuration Data [no]
Pnp yang tersimpan pada blok ESCD (extended system configuration data).Pilihlah salah satu pernyataan ‘YES’ jika ingin menghapus sistem configurasi data yang ada. Atau pada sistem BIOS yang lain digunakan enabled maka BIOS akan menghapus data ESCD, tapi hanya sekali saja. Setelah pilihan ini akan berubah menjadi disabled secara otomatis.
  • Large Disk Acces Mode [DOS]
Dalam item ini terdapat beberapa pilihan seperti UNIX, Novell Netware atau sistem operasi yang lain,kita dapat memilih salah satu.
  • Keyboard featurer
  1. Numlock [auto]
Menu ini akan menentukan kedudukan atau status dari keyboard (numlock).apabila pada posisi enabled, maka BIOS akan mengaktifkan fungsi numlock pada saat booting.
  1. Keyclik [disabled]
Enabled keyclik

  1. Keyboard auto repeat rate [30/sec]
Select key repeat rate
  1. Keyboard auto repeat delay [1/2sec]
Select delay before key repea.
  • PCI Configuration
Merupakan sebuah menu yang didalamnya terdapat berbagai susunan konfigurasi PCI secara spesifik.
  • PCI device, slot # 1
  • PCI device, slot # 2
  • PCI device, slot # 3
  • PCI device, slot # 4
  • PCI device, slot # 5

Masing-masing susunan konfigurasi tersebut mempunyai bagian :
  • Option ROM icon [enabled]
Initialize device expansion ROM
  • Enable master [enabled]
Enable selected device as a PCI bus master.
  • Latency Timer [0040h]
Minimum guaranteed time slice alloted for bus master in units of pcu bus clock
  • PCI/PnP ISA UMB region exclusion
Merupakan pemesanan memori spesifik bagian atas yang akan digunakan oleh ISA
C800-CBFF [available]
CC00-CFFF [available]
D000-D3FF [available]
D400-D7FF [available]
D800-DBFF [available]
DC00-DFFF [available]
Merupakan cadangan untuk untuk memori bagian atas yang akan digunakan oleh ISA.
    1. PCI/PNP IRQ Resource Exclusion
Reserve specified IRQ for by legacy ISA devices.
    1. Default Primary Video Adapter
Item ini berhubungan dengan PCI/VGA. Ketika menginstal AGP dan VGA pada waktu yang sama maka pilihlah default primary video adapter.
  • Cache Memory
Menentukan bagaimana mengkonfigurasikan spesifikasi block memory.
Memory cache = sets the state of the memory cache
  • Peripheral configuration
      1. Secured setup configurasi [no]
Memilh ‘YES’ jika ingin sistem setting posisinya aman dari perubahan yang dilakukan oleh sistem operasi.

      1. Local Bus IDE Adapter [enabled]
Enable the integrated localbus IDE adaptor.
      1. PS/2 Mouse [enabled]
Apabila dibuat menjadi auto maka pada saat booting BIOS akan mencari sebuah PS/2 mouse. Apabila PS/2 mouse tidak dapat ditemukan maka IRQ 12 akan dibebaskan untuk komponen lain yang memerlukan.dengan disabled maka tidak akan dilakukan pengecekan tersebut.
      1. Serial Port A [enabled]
Untuk mengkonfigurasikanserial port A dapat menggunakan pilihan :
Disabled untuk no configuration
Enabled untuk user confoguration
* Base I/O Address [3F8]
Set the base I/O address for serial port A
* Interrupt [IRQ 4]
Set the interrupt for serial port A



      1. Serial port B [enabled]
Untuk mengkonfigurasikan serial port B dapat menggunakan pilihan :
Disabled untuk no configuration
Enabled untuk user confoguration
* Base I/O Address [2F8]
Set the base I/O address for serial port B
* Interrupt [IRQ 3]
Set the interrupt for serial port B
      1. Parallel port [enabled]
Digunakan untuk konfigurasi parallel port. Biasnya hanya ada satu channel parallel port yang dimiliki oleh motherboard. Pilihan ‘disabled’ akan menyebabkan parallel port kita tidak aktif sedangkan pilihan lainya akan menentukan port dan IRQ yang digunakan.

  • Mode [ECP]
Kita dapat men-set mode untuk port parallel dengan pilihan :
  • Output only
  • Bi-directional
  • EPP
  • ECP
  • Base I/O Address [378]
Set the base I/O address for the parallel port.
  • Interrupt
Set the interrupt for the parallel port.
  • DMA Channel [DMA 3]
Set the DMA channel for the parallel port.
  1. Floppy disk controller [enabled]
Untuk mengkonfigurasikan the floppy disk controller dapat menggunakan pilihan:
Disabled untuk no configuration
Enabled untuk user confoguration

  • Advanced Chipset control
  • Enabled Memory Gap [disabled]
If enable,turn system RAM off to free address space for use with an option card. Either a 128 KB conventional memory gap,starting at 512 KB or a 1 MB extended memory gap,starting at 15 MB will be created in system RAM.
  • Graphics Aperture [64 MB]
Select the size of the graphics aperture for the AGP video device.
  • Memory Bank 0 [32 MB]
  • Memory Bank 1 [32 MB]
  • Memory Bank 2 [not installed]
  • DMI Event logging
Digunakan untuk menampilkan dan memodifikasi DMI event log.
  1. Event Log validity [valid]
  2. Evnt Log Capacity [space available]

  1. View DMI Evrnt Log [enter]
Untuk menampilkan isi dari Dmi event log.
  1. Clear All DMI Event Log [no]
Aturlah pada posisi ‘yes’ untuk menghapus DMI event log setelah rebooting.
  1. Event Logging [disabled]
Pilihlah enabled untuk mendapatkan logging of DMI event.
  1. Mark DMI Event As Read [enter]

SECURITY MENU
Digunakan untuk menentukan kapan password akan ditanyaka.pilihan “setup” akan menyebabkan akan nditanyakan ketika BIOS setup dijalankan sedangkan pilihan “system” akan menyebabkan password akan ditanyakan setiap kali PC melakukan Booting.
  • User Password [disabled]
  • Supervisor Password Is [disabled]
  • Set User Password [enter]
  • Set Supervisor Password [enter]
Supervisor Password controls access to the setup utility.
  • Password on boot [enabled]
Enabled pasword emntry on boot.

POWER MENU
  • Stand by Time out [20 minutes]
Sistem memerlukan sedikit waktu dalam mode sebelum memasuki mode stand by.mode stand by mematikanseluruh alat mencakup layer sampai kita men-start untuk menggunakan komputer lagi.
  • Resume on modem Ring [disabled]
System akan memberikan respon (bangun) manakala semacam sinyal yang terdeteksi oleh modem yang kita gunakan.
  • Resume on Time [disabled]
Sistem akan memberikan respon berdasarkan pada ukuran waktu.
  • Soft-off by power Button [delay 4 second]
When delay 4 second is selected, Press and hold the button for 4 second to make the system sofft off state. When instant off is selected preesing the button will make the system soft off state immediately. Soft off states is similar to power off stte but not exactly.

BOOT MENU
  • Summary Screen [disabled]
Display system configuration on boot.
  • Screen Logo Display [enabled]
Ddisplay the logo screen during boot.
  • Quick Boot Mode [enabled]
Pada AMI BIOS jika bagian diaktifkan maka AMIBIOS akan memangkas beberpa rutinitas pada saat POST sehingga dalam waktu kurang dari 5 detik komputer kita sudah melakukan booting.

  • Harddisk Pre-delay [disabled]
Menambahkan delay sebelum akses yang pertama dari suatu hard-disk oleh BIOS, beberapa harddisk hang jika dakses sebelum mereka mempunyai intialized sendiri,Delay ini memastikan harddisk mempunyai intiliazed setelah power up.
  • Set Boot Order
Select boot priority of boot device.
  • Hard Drive
  • Removable Devices
  • Network Boot
  • CD/DVD-ROM Drive
Beberapa menu diatas dapat dikonfigurasikan maupun ditampilkan dengan menggunakan beberapa tombol :
: expands or collapses devices with a + or –
: expands all
<+> and <-> : moves the devices up or down

EXIT MENU
Menu ini digunakan dari program BIOS
  • Exit saving Changes
Digunakan untuk keluar dari sistem dan men-save konfigurasi kita pada CMOS.
  • Exit Discarding Changes
Digunakan untuk keluar dari system tetapi tanpa menyimpan setup data pada CMOS.
  • Load Setup Defaults
Mengisi/Merubah semua menu yang ada pada setup item.
  • Discard Changes
Mengisi/Merubah nilai/menu sebelumnya dari CMOS untuk semua setup item.
  • Save Changes
Menyimpan setup data pada CMOS atau dengan menekan tombol keyboard F10.


Masalah BIOS
BIOS dapat rusak misalnya oleh masa pakai, penggunaan yang salah, dan virus misalnya virus CIH. BIOS sebenarnya dapat di perbaiki walaupun memerlukan resource lain, BIOS dapat di update firmwarenya (flashing). Proses perbaikan BIOS dapat dilakukan dengan melakukan pengcopian flash BIOS yang rusak pada MB yang identik dan sejenis. Flashing atau Update dapat berupa software yang dijalankan pada mode DOS dan lakukan setup software flashing yang didapatkan dari website MB bersangkutan.



Menguak Tabir BIOS

Menguak Tabir BIOS
BIOS sering diabaikan, selama system PC Anda berjalan dengan lancar. Meskipun sebenarnya banyak peningkatan performa yang bisa didapat dari sini. Dan semua peningkatan itu gratis!
BIOS (Basic Input and Output System), sebetulnya termasuk firmware, software yang tersimpan pada ROM (read only memory) pada motherboard. BIOS inilah yang memungkinkan PC melakukan proses inisisialisasi dan testing hardware yang terinstalasi pada motherboard, yang disebut dengan POST (Power on Self Test). BIOS juga mengatur low level I/O, seperti keyboard dan display. Operating system juga dibantu BIOS untuk mengatur semua komponen yang terinstal pada PC, yang disebut dengan BIOS Run-Time Services.
Sebetulnya, sebagian informasi yang akan diulas di sini juga tersedia pada buku manual motherboard. Tidak semua produsen menjelaskan fungsi BIOS ini dengan baik. Bagi yang udah baca buku manual dengan baik atau sudah memiliki kemampuan untuk setting BIOS bisa mengabaikan tulisan ini. Bagi yang belum silakan melanjutkan!
Kemampuan fungsi yang ditawarkan pun memiliki perbedaan (sedikit), terutama di bagian speed enhancement. Bagi Anda yang memiliki motherboard dengan kemampuan itu, kami ucapkan "Anda beruntung". Jika tidak, jangan kecewa, sebetulnya masih ada cara lain di luar BIOS. Tapi, kami tidak akan mengulasnya kali ini.
Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, kebanyakan pengguna komputer tidak perlu melakukan ini. Namun bagi Anda, para pengguna PC yang mengetahui bahwa terdapat banyak setting yang dapat meningkatkan kinerja ataupun menambah fungsi PC Anda tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan, tentu hal yang menarik. Satu-satunya yang harus dikobankan hanyalah sedikit waktu untuk mencoba setting-an baru BIOS Anda.
BIOS memang bervariasi. Hal ini disebabkan karena perbedaan manufacturer yang membuat ataupun perbedaan pada versi BIOS. Tidak semua motherboard memiliki BIOS dan memiliki display menu yang sama, ada sedikit perbedaan di sana-sini. Bahkan ada BIOS yang mendukung penggunaan dengan mouse pada lingkungan BIOS.
Di sini kami mengambil contoh BIOS dengan manufacturer Award. Karena Award BIOS ini populasinya lebih banyak ketimbang BIOS dari AMI ataupun Phoenix. Namun sebetulnya, banyak juga yang dapat diimplementasikan pada BIOS lain. Kami juga akan mencoba eqivalensi fungsi-fungsi serupa untuk BIOS lain.
Petunjuk Arah pada BIOS
Ini memang bukan petunjuk lengkap. Namun setidaknya, mencegah Anda kesasar dalam hutan belantara menu BIOS.

Semua ini akan kita mulai dengan menekan tombol [Del] sesaat PC memulai proses boot. Ini berlaku untuk kebanyakan BIOS. Sedangan sisanya, untuk masuk ke utility BIOS memerlukan penekanan tombol atupun kombinasi tombol yang berbeda. Ada yang dengan menekan tombol [F1], tombol [F10], atau kombinasi [Ctrl]+[Alt]+[Esc], dan lain sebagainya. Informasi seperti ini biasanya disediakan oleh produsen motherboard, baik pada buku manual maupun situsnya.
Sebelum memulai mengacak-acak BIOS, pastikan untuk mengetahui arah dan tujuan Anda. Lebih baik lagi jika Anda memiliki salinan setting awal yang dimiliki komputer Anda. Jika Anda sudah familiar dengan lingkungan pada menu BIOS, Anda memiliki kemungkinan keberhasilan yang lebih baik dalam meningkatkan kinerja dan menambah fungsi yang dapat dilakukan PC Anda.
Istilah BIOS dan CMOS sering dicampuradukkan, padahal keduanya memiliki arti yang berbeda. Di mana BIOS sebetulnya adalah software low level, sedangkan CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) adalah memory yang digunakan untuk semua setting BIOS. Untuk menyimpan data ini, CMOS membutuhkan baterai yang terdapat pada motherboard (biasanya CR2032).
Masuk ke BIOS, Anda akan merasa kembali ke zaman dulu. Jika Anda sempat merasakan PC era DOS (sebelum GUI window dikenal), Anda tidak akan terlalu kikuk dengan lingkungan shell yang tanpa window ini. Meskipun ada BIOS yang bisa beroperasi dengan menggunakan mouse, namun sebagian besar masih mengandalkan keyboard.
Setup Utility
Ketahui yang Anda mau. Di mana letak fungsi setting yang Anda inginkan?

Standard CMOS features
Basic setting, seperti jam dan tanggal, harddrive yang terinstal. Juga menampilkan jumlah RAM yang terinstal pada motherboard.

Advanced BIOS features
Seperti namanya, menawarkan konfigurasi fitur tambahan. Seperti mengaktifkan SMART, termasuk mengatur boot priority.

Integrated Peripherals
Control port yang tersedia pada motherboard, onboard/onchip device seperti integrated audio, video, dan LAN controller.
Power Management
Think green. Untuk menghemat listrik dengan memperlambat atau bahkan shut down sebuah komponen PC Anda, setelah selang waktu yang ditentukan. Selain hemat lisrik, secara tidak langsung bisa mengurangi tingkat kebisingan dan memperpanjang umur komponen.
PnP/PCI Configuration
Setting tambahan khusus untuk slot PCI pada motherboard juga untuk mengedit kemampuan plug-and-play.
PC Health status
Monitoring hardware, seperti fan speed dan CPU temperatur. Juga bisa diset supaya komputer menjerit, bahkan mati jika melewati suhu tertentu.
Load Fail-safe Defaults
Jika tweaking BIOS salah, pilih fungsi ini untuk kembali ke konfigurasi semula.
Load Optimised Defaults
Untuk mengembalikan sistem ke default.

Set password
Memberi password akan mengunci PC. Jika tersedia dua level sekuriti, user, dan supervisor, user hanya bisa sebatas menyalakan komputer. Sedangkan password supervisor dapat masuk ke BIOS.
Save and Exit BIOS
Untuk keluar, sambil menyimpan semua perubahan yang telah dilakukan.

Exit Without Saving
Untuk keluar, tanpa menyimpan perubahan apapun.

Improved Features
Amati BIOS untuk mencari fitur apa saja yang selam ini disembunyikan PC Anda.

Tweaking BIOS tidak hanya bertujuan semata-mata hanya untuk meningkatkan kecepatan. Meski siapapun pasti akan merasa senang (bahkan bangga) jika memiliki PC yang berjalan dengan cepat dan lancar juga stabil.
Power management dapat membuat PC Anda lebih hemat energi, dan secara tidak langsung ramah lingkungan juga menghemat MTBF komponen yang ada di dalamnya. Mengatur boot sequence memberikan kendali untuk mengurutkan urutan device yang akan di-boot jika membutuhkan boot dari CD ataupun floppy. Memfungsikan port SATA yang selama ini tersembunyi karena belum diaktifkan juga sesuatu yang patut disyukuri. Hal-hal seperti ini yang akan dilakukan pada pembahasan ini. Apa saja yang bisa dilakukan?
Parallel Port
Untuk mengatur parallel port, biasanya berada pada menu Integrated Peripheral. Terutama jika Anda masih menggunakan printer ataupun …………… Port ini sebaiknya diatur supaya berkomunikasi secara bi-directional.

Ada beberapa pilihan untuk parallel port. Pertama Normal/SPP (Standard Parallel Port). Meskipun sudah bi-directional, namun mode ini sangat lambat. ECP (Extended Capabilities Port) lebih cocok digunakan untuk perangkat yang mentransfer data dalam jumlah besar (seperti saat menggunakan laplink dengan LPT1). EPP (Enhanced Parallel Port) lebih cocok untuk berhubungan dengan perangkat yang sering berubah arah datanya. Beberapa BIOS mempunyai pilihan EPP+ECP yang bisa memberikan keduanya. Namun dengan mode ini, parallel port Anda akan membutuhkan 2 IRQ (Interrupt Request) sekaligus. Bagi Anda yang memiliki PC dengan banyak add-on card, tentu kurang menyukai hal ini.
Mungkin Anda menemukan pilihan ECP mode use DMA. Ini untuk mengendalikan channel DMA yang digunakan untuk parallel port (jika menggunakan mode ECP). Secara default, DMA yang digunakan adalah 3.
Serial Ports
Pada setting onboard serial port terdapat pilihan enable dan disable. Juga setting IRQ dan I/O range untuk COM1 dan COM2. Disable pilihan ini, berarti Anda mempunyai 2 IRQ yang free. Kecuali Anda masih memiliki perangkat yang masih berkomunikasi dengan serial port ini.

USB
Pilihan untuk USB controller biasanya dapat ditemukan juga pada bagian Integrated Peripherals ini. Di sini Anda bisa enable atau disable onboard USB controller. Kecuali Anda memiliki add-on card PCI USB controller (alternatif jika motherboard Anda belum mendukung USB2.0). Setting USB keyboard dan mouse pun juga tersedia di sini. Dengan mengaktifkan USB keyboard, Anda bisa menggunakan USB keyboard Anda pada lingkungan DOS ataupun BIOS sekalipun. Tentu saja setelah setting pada BIOS di-enable dan disimpan.

SMART
Konon, setting ini juga memberikan peningkatan kinerja. Namun yang pasti, SMART (Self Monitoring Analysis and Reporting Technology) ini pasti berguna. Apalagi jika Anda memiliki harddisk yang sudah cukup berumur. Dengan mengaktifkan fungsi ini, Anda akan mendapatkan peringatan dini jika terjadi "ketidakwajaran" pada harddisk Anda secara fisik. Setidaknya Anda memiliki waktu yang cukup untuk menyelamatkan data pada harddisk, sebelum harddisk sudah benar-benar rusak.

Power Management
Di sini, tidak hanya berguna untuk menghemat penggunaan listrik oleh PC. Processor yang selalu bekerja dengan kecepatan penuh, bukanlah sesuatu yang menguntungkan, jika Anda sering meninggalkan PC Anda idle dalam waktu yang cukup lama.

Anda juga dapat menghemat MTBF beberapa komponen Anda. Seperti processor, harddisk, juga monitor. Jika Anda memiliki cooling device dengan temperature control, secara tidak langsung ini juga dapat menurunkan tingkat kebisingan yang dihasilkan PC Anda.
Ada beberapa tingkatan dalam fungsi power saving. Dozing menurunkan kecepatan processor (ditunjukkan dalam persentase). Standby mematikan harddrive dan output dari video card. Suspend mematikan semua device, kecuali processor. Ada juga pilihan HDD power down yang khusus mematikan harddisk saja.
Menyalakan PC tidak harus dari tombol power pada casing. Apalagi jika Anda memiliki keyboard dengan tambahan tombol power. Power On function kadang berada pada Integrated peripheral. Default biasa berada pada button only. Pindah ke pilihan Keyboard98, Anda bisa menghidupkan PC dengan menekan tombol [power].
Boot Sequence
Secara default, device yang menempati urutan pertama adalah floppy. Dengan memilih urutan pertama boot menjadi harddisk, waktu yang dibutuhkan untuk proses booting akan berkurang.

Namun pada saat-saat tertentu, pada saat operating system mengalami masalah atau instalasi operating system baru, membutuhkan proses booting dari CD. Beberapa BIOS pada Boot Sequence ini bahkan memungkinkan untuk melakukan booting dari perangkat USB, Firewire, LS120, atau Zip drive.
PC Health
Pada PC Health ini Anda dapat melakukan monitoring hardware Anda, khususnya yang terhubung langsung dengan motherboard. Seperti suhu processor dan suhu sistem dalam casing. Kecepatan fan juga terlihat di sini. Anda dapat mengecek apakah fan ada masih berjalan dengan normal tanpa perlu membuka casing. Namun untuk memeriksa HSF dalam keadaan bersih atau sudah penuh debu, cara membuka casing dan melihat langsung adalah satu-satunya jalan terbaik.

Anda juga dapat mengatur tindakan yang akan dilakukan PC Anda jika terjadi overheat. Apakah dengan sekadar memberikan peringatan berupa bunyi dari buzzer atau PC speaker. Anda tinggal mengaturnya di CPU warning temperature, atau bahkan sampai mematikan komputer jika suhu mencapai batas yang Anda tentukan. Anda perlu mengeset batas suhu yang Anda izinkan pada CPU shut down temperature. Beberapa BIOS juga memiliki fasilitas peringatan untuk fan yang terpasang. Jika batas minimum RPM tidak dipenuhi, akan ada peringatan baik pada POST code maupun peringatan dari buzzer/PC speaker.
Step-by-Step
Power Management
Dengan sedikit tweaking BIOS, dapat menekan rekening listrik dan memperpanjang umur beberapa komponen Anda.

1. Pilih Power Management untuk enable fungsi ini. Pilih lama waktu idle yang dibutuhkan untuk masuk ke power-saving mode.
2. Kebanyakan monitor sudah mendukung DPMS (Display Power Management Signalling). Pilih DPMS Support untuk menghemat energi dan memperpanjang umur monitor.

Boot Sequence
Butuh booting dari CD atau floppy? Aturlah Boot sequence Anda.

  1. Masuk ke advanced feature untuk melihat boot sequence.
  2. Pada first boot device, pilih device yang Anda inginkan untuk menjadi urutan pertama dalam boot sequence.
  3. Lakukan hal yang sama pada second dan third boot device.
Speed Enhancement
Melakukan tweaking untuk meningkatkan kecepatan PC Anda via BIOS perlu kesabaran tersendiri. Lakukan di waktu luang!

Dengan melakukan tweak yang tepat pada BIOS, Anda akan mendapatkan peningkatan kecepatan. Dan ini tidak melulu dengan melakukan overclocking (OC) untuk komponen PC Anda. Karena biasanya, apalagi pemilik PC rakitan, perakit toko hanya membuat setting BIOS dengan tujuan asal PC dapat berjalan (syukur kalau stabil apalagi memang cepat). Yang perlu dilakukan hanyalah mengoptimalkan tiap-tiap komponen pada PC Anda melalui setting BIOS.
Kalaupun diperlukan OC, hanya sebatas memanfaatkan batas toleransi yang diberikan produsen pada produk-produknya. Hal ini akan tergantung pada produsen masing-masing komponen PC Anda. Juga solusi ini kadang membutuhkan cooling device tambahan, yang berarti biaya tambahan juga.
Penting untuk diingat, sebaiknya perubahan stetting BIOS ini dilakukan sedikit demi sedikit. Lebih baik lagi jika dilakukan satu per satu. Khususnya jika Anda seorang pemula untuk hal ini.
System Performance
Pada beberapa BIOS dapat ditemukan semacam shortcut untuk meningkatkan kecepatan sistem Anda. Biasanya berupa pilihan Normal, Fast, dan Turbo. Biasanya pilihan ini akan menyesuaikan frekuensi clock FSB (Front Side Bus) dan kadang memory DDR SDRAM juga. BIOS juga sering menyediakan pilihan Load Optimized Defaults. Memang pilihan-pilihan ini dapat meningkatkan kecepatan juga. Namun, itu belum lah optimal. Hanya dengan mengenal fungsi-fungsi pada BIOS dengan lebih baik, Anda akan mendapatkan performa PC yang lebih baik juga.

CPU Frequency
Untuk mengatur CPU speed, masuklah ke pilihan Advanced Chipset Feature. Sebagai informasi CPU speed didapat dari hasil kali antara CPU clock ratio dan FSB frequency. Kebanyakan CPU tidak dapat diubah CPU clock ratio-nya (kecuali bagi kebanyakan AMD Athlon XP). Jadi, pada bahasan ini akan mengambil fokus pada FSB frequency.

Pastikan FSB frequency sesuai dengan processor yang Anda miliki. Untuk processor AMD antara 66/100/133 dan 166/200, sedangkan untuk processor Intel.
Jika Anda bersikeras untuk melakukan OC, perlu diperhatikan bahwa ada dua hal yang perlu diubah, yaitu FSB Frequency dan Voltage control. Pada beberapa BIOS yang memiliki fasilitas OC, memberikan pengaturan FSB yang fleksibel. Dengan memungkinkan peningkatan FSB dengan satuan 1 MHz. Di sini perlu kesabaran. Naikkan FSB secara bertahan satu per satu MHz. Jangan tergoda untuk melompat jauh dari FSB normal (lebih dari 10%). Cek apakah CPU Anda mengalami peningkatan suhu yang berlebihan pada PC Health. Jika ya, kembalikan ke FSB sebelumnya.
Coba masuk ke OS Anda. Pastikan sistem Anda stabil. Untuk lebih cepat, Anda dapat mencoba dengan menjalankan CPU Burn-in yang akan memberikan beban penuh pada CPU secara kontinyu. Jika sistem tidak stabil ada dua hal yang bisa dilakukan. Anda bisa kembali ke FSB normal, atau Anda bisa meningkatkan voltage untuk CPU pada voltage control. Namun, hal ini akan meningkatkan suhu CPU Anda saat beroperasi nantinya. Pastikan Anda telah memiliki cooling device yang baik. Lihat tabel batas suhu processor!
Peringatan: Sebaiknya Anda didampingi oleh rekan Anda yang berpengalaman untuk ini.

Memory
Di sini kami mengambil contoh sistem yang terinstalasi dengan DDR SDRAM. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja RAM Anda. Pertama, pastikan jumlah keping RAM yang terinstalasi. Jika hanya satu keping atau lebih dari satu keping namun semuanya identik, cara yang paling mudah adalah dengan mengeset Memory Timings pada pilihan By SPD.

Jika RAM yang terpasang lebih dari satu keping dan tidak identik, pertama kenali kemampuan masing-masing keping RAM. Cara yang mudah dengan menggunakan software jenis sysinfo tool seperti AIDA32. Lihat pada Motherboard, SPD. Info lengkap RAM Anda akan terlihat di sini. Lalu tentukan keping RAM yang paling lambat, pada keterangan Memory Speed. Setting Memory Timings pada BIOS sebaiknya mengikuti keping RAM yang paling lambat. Jika tidak, bersiaplah mengalami ketidakstabilan pada PC Anda. Kecuali Anda orang yang cukup beruntung.
CAS Latency adalah kemampuan jumlah data yang dapat dibaca dari RAM yang dihitung tiap clock cycles. Nilai default adalah 3 untuk kebanyakan memori. Namun, ada juga yang memiliki nilai yang lebih baik (lebih kecil dari 3). Jika Anda memiliki sistem berbasis processor AMD, ada baiknya mencoba setting yang lebih agresif (lebih kecil).
AGP slot
Dibandingkan dengan dua tweaking sebelumnya (CPU frequency dan memory), tweaking ini memiliki risiko yang lebih kecil. Yang pertama dilakukan adalah memastikan mode AGP yang didukung, baik oleh motherboard maupun video card. Jika keduanya sudah mendukung mode AGP 8x, pastikan setting BIOS juga pada mode AGP 8x.

Kegunaan pilihan AGP aperture size sering membingungkan banyak orang. Ini berfungsi mengatur jumlah RAM (pada motherboard, bukan pada video card) yang dialokasikan untuk AGP (…) untuk keperluan kinerja video. Aturlah AGP aperture size sebesar ¼ sampai ½ dari jumlah total RAM yang terinstal pada PC Anda. AGP aperture size ini hanya dimanfaatkan jika dibutuhkan.
Beberapa BIOS juga memberikan setting untuk AGP Fast Write Transaction. Enable fungsi ini untuk mengizinkan chipset (northbridge) mengirimkan langsung data ke AGP, bypass tanpa perlu copy data ke memory system untuk kemudian baru diambil oleh AGP. AGP sideband addressing memungkinkan AGP meminta dan mengirim data pada saat bersamaan. Keduanya dapat meningkatkan kinerja graphic PC, namun kadang tidak stabil untuk video card tertentu.
Mempercepat Proses Boot
Cukup banyak cara untuk mempercepat proses booting. Yang paling signifikan adalah dengan enable fungsi Power On Self Test, yang biasanya terdapat pada bagian Advanced BIOS features. Seiring dengan perkembangan dan peningkatan kebutuhan, jumlah RAM yang terinstal pada PC Anda dapat mencapai satuan gigabyte. Bayangkan waktu yang dibutuhkan jika dilakukan RAM test setiap proses cold boot. Disable fungsi Boot Virus Detection juga dapat mengurangi waktu proses booting. Apalagi jika PC Anda dilengkapi software antivirus yang selalu di-update. Ini juga akan terasa membantu saat instalasi operating system baru yang biasanya melakukan proses penulisan pada MBR harddisk.
Step-by-Step
Pengaturan AGP
Dari BIOS juga dapat meningkatkan kinerja graphic PC.

  1. AGP aperture size untuk mengatur jumlah RAM yang dialokasikan untuk AGP. Set antara ¼ sampai ½ dari jumlah RAM yang terinstal pada motherboard.
  2. Pilih mode AGP sesuai spesifikasi slot AGP pada motherboard dan video card Anda.
  3. Naikkan frekuensi AGP, dapat meningkatkan kinerja graphic PC Anda. Tambah sedikit demi sedikit (1-2 MHz).
Tweak CPU
Tidak ada salahnya untuk sedikit (ingat sedikit!) memacu processor Anda.

  1. Tambahkan sedikit saja. Jangan tergoda untuk langsung melompat, katakanlah 5 MHz. Ini bisa membuat kebanyakan PC mengalami gagal boot. Satu-satunya cara tinggal clear CMOS.
  2. Jika sistem tidak stabil (hang) namun Anda bersikeras melakukan OC, bisa mencoba dengan menaikan CPU core voltage. Peringatan: cara ini tidak disarankan, karena akan meningkatkan panas bahkan merusak processor.
  3. Untuk amannya, berikan batas suhu maksimal CPU Anda. Bisa hanya peringatan dari buzzer/PC speaker ataupun autoshutdown bila suhu mencapai batas tersebut.


Cara Setting Konfigurasi bios agar booting dari Flashdisk atau CD


Artikel kategori komputer tentang cara setting konfigurasi bios agar bisa booting dari flashdisk ini berhubungan dengan artikel sebelumnya yang membahas bagaimana cara membuat flashdisk yang berfungsi sebagai pengganti cd installer windows xp , vista ataupun windows seven, flashdisk yang seperti itu biasanya disebut dengan flashdisk bootable. Agar flashdisk bootable itu bisa digunakan untuk melakukan installasi komputer, terlebih dulu kamu harus mengerti bagaimana cara melakukan setting atau konfigurasi pada bios komputer agar booting dari flashdisk, karena jika tidak diset booting dari flashdisk ya tentunya flashdisk tersebut tidak berpengaruh pada komputer atau laptop kamu.
Di bawah ini merupakan panduan cara setting bios agar komputer dapat booting dari flashdisk lengkap dengan gambar-gambar pendukung agar kamu mudah memahaminya.
Oh iya, sebelum membaca panduannya alangkah baiknya jika kamu paham dulu apa itu singkatan BIOS dan apa pengertian bios itu. BIOS merupakan singkatan dari Basic Input Ouput System, Bios adalah program mikroprosesor komputer pribadi yang digunakan untuk mendapatkan sistem komputer dimulai setelah kamu mengaktifkannya (menyalakannya). Fungsi BIOS antara lain sebagai berikut :
1. Inisialisasi (penyalaan) serta pengujian terhadap perangkat keras (dalam proses yang disebut dengan Power On Self Test, POST)
2. Memuat dan menjalankan sistem operasi
3. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja, serta kestabilan komputer)
4. Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.

Cara Setting Konfigurasi bios agar booting dari Flashdisk atau CD
Untuk masuk ke sistem BIOS caranya cukup mudah, ketika komputer atau laptop baru dinyalakan langsung saja tekan tombol keyboard yang khusus untuk masuk ke BIOS, tombol bios ini untuk setiap manufaktur berbeda beda, antara lain tombol  F1, F2, F3, ESC, Del. Namun yang sering saya jumpai adalah tombol F2 atau DEL.  Menekan tombol BIOS terkadang tidak cukup satu kali, jadi tekan beberapa kali sampai masuk ke sistem BIOS.
Pada panduan di bawah ini BIOS yang saya contohkan adalah BIOS dari Phenonix dan BIOS dari America Megatrends. untuk masuk Bios Pheonix menggunakan tombol F2, sedangkan BIOS America Megatrends menggunakan tombol DEL.
Bios Pheonix
Untuk setting bios Pheonix agar booting dari flashdisk adalah sebagai berikut :
1.  Setelah tampil halaman utama seperti gambar di bawah ini, masukan ke halaman Boot dengan cara menekan tombol panah kanan pada keyboard kamu.

Pada halaman Boot akan tampil seperti gambar di bawah ini.  Perhatikan dan Pilih pada USB HDD, dengan cara menekan tombol panah bawah pada keyboard kamu, sehingga USB HDD menjadi berwarna putih.

langkah selanjutnya, jadikan USB HDD sebagai booting diurutan pertama, caranya tekan Tombol  ( + ) pada keyboard kamu, nanti USB HDD akan bergeser ke atas.
Namun jika kamu ingin booting dari CD, pilih IDE CD, posisikan IDE CD pada urutan pertama
cara konfigurasi bios agar komputer booting dari flashdisk atau cd
Jika sudah bergeser ke urutan paling atas, simpan setting konfigurasi bios yang baru kamu lakukan, caranya klik pada tombol F10, Ketika muncul jendela setup konfirmation, pilih [YES], lalu tekan enter, setelah itu komputer atau laptop akan melakukan restart secara otomatis.  Sekarang setting bios udah bisa booting dari flashdisk, (atau booting dari CD jika IDE CD yang diletakkan di urutan pertama)
cara konfigurasi bios agar komputer booting dari flashdisk atau cd

BIOS AMERICAN MEGATRENS
Untuk cara setting konfigurasi bios american megatrends agar booting dari flashdisk tidak jauh berbeda dengan di bios Pheonix, yang membuat berbeda hanyalah tampilan antar muka nya saja.
1.  Masuk ke bios american megatrends dengan tekan tombol DEL, akan tampak halaman utama bios seperti gambar di bawah ini. Masuk ke halaman Boot dengan menekan tompol panah kanan pada keyboard
cara konfigurasi bios agar komputer booting dari flashdisk atau cd
2.  Pilih menu Boot Device Priority dengan cara menekan tombol panah bawah pada keyboard, kemudian tekan enter
cara konfigurasi bios agar komputer booting dari flashdisk atau cd
3.  Lalu jadikan pilihan [ removable device] menjadi urutan pertama, dengan cara menekan tombol (+) pada keyboard kamu. Namun jika kamu ingin komputer booting dari CD, yang diletakkan di urutan pertama adalah [CD/DVD]cara setting bios agar komputer booting dari flashdisk atau cd
4.  Jika sudah, silahkan tekan tombol F10 untuk menyimpan setting konfigurasi bios kamu.
oh iya, jangan lupa tombol (+) biasanya jadi satu dengan tombol ( = ), jadi jangan lupa untuk bisa menekan tombol + harus diikuti tombol SHIFT.
Semoga panduan tentang bagaimana cara setting konfigirasi BIOS agar booting dari Flashdisk atau CD di atas cukup jelas dan mudah dipahami,  dan saya harap apa yang saya tulis di atas bisa kamu praktekkan dengan dengan lancar dan mudah.

Labels

Pengikut

 

© 2013 TKJ A' 15. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top